
Harga minyak anjlok 2% pada hari Selasa(28/10), menandai penurunan hari ketiga seiring investor menilai dampak sanksi AS terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia, serta potensi rencana OPEC+ untuk meningkatkan produksi.
Harga minyak mentah Brent turun $1,29, atau 2%, menjadi $64,33 per barel pada pukul 08.56 GMT. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun $1,20, atau 2%, menjadi $60,11. "Para pedagang mempertimbangkan kemajuan dalam perundingan perdagangan AS-Tiongkok dan prospek pasokan yang lebih luas," demikian pernyataan ANZ dalam catatan pagi.
Harga yang lebih rendah terjadi setelah Brent dan WTI pekan lalu mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Juni, sebagai reaksi terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menjatuhkan sanksi terkait Ukraina kepada Rusia untuk pertama kalinya dalam masa jabatan keduanya, yang menargetkan perusahaan minyak Lukoil dan Rosneft. Para investor terus mempertimbangkan seberapa efektif sanksi tersebut terhadap Rusia.
"Pasar minyak masih memperdebatkan apakah sanksi terbaru akan berdampak pada ekspor minyak Rusia atau tidak, dengan pelaku pasar sedikit mengurangi premi risiko pasokan yang terbentuk minggu lalu," kata analis UBS, Giovanni Staunovo. Dampak sanksi terhadap negara-negara pengekspor minyak akan terbatas karena kelebihan kapasitas, kata Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional, Fatih Birol, pada hari Selasa.
Menyusul sanksi AS, produsen minyak terbesar kedua Rusia, Lukoil, mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan menjual aset internasionalnya. Ini adalah tindakan paling berpengaruh sejauh ini yang dilakukan oleh perusahaan Rusia setelah sanksi Barat atas perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada Februari 2022.
Sementara itu, kilang-kilang minyak India belum mengajukan pesanan baru untuk pembelian minyak Rusia sejak sanksi diberlakukan, karena mereka menunggu kejelasan dari pemerintah dan pemasok, kata sumber kepada Reuters pada hari Selasa.
OPEC+, yang merupakan gabungan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia, cenderung meningkatkan produksi secara moderat pada bulan Desember, ungkap empat sumber yang mengetahui perundingan tersebut kepada Reuters.
Setelah membatasi produksi selama beberapa tahun dalam upaya mendukung pasar minyak, kelompok tersebut mulai membatalkan pemangkasan tersebut pada bulan April. Investor akan mencermati prospek kesepakatan perdagangan antara AS dan Tiongkok, dua konsumen minyak terbesar dunia, dengan Trump dan Presiden Xi Jinping dijadwalkan bertemu pada hari Kamis di Korea Selatan.
Beijing berharap Washington dapat mencapai kesepakatan di tengah jalan untuk "mempersiapkan interaksi tingkat tinggi" antara kedua negara, ungkap Menteri Luar Negeri Wang Yi kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio melalui panggilan telepon pada hari Senin.(alg)
Sumber: Reuters
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...