Sunday, 25 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Melemah, Risiko Dagang & Surplus Menghantam
Wednesday, 15 October 2025 03:44 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oil

Harga minyak turun pada hari Selasa(14/10), ditutup 1,5% lebih rendah karena Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan akan adanya kelebihan pasokan yang besar pada tahun 2026, dan karena ketegangan perdagangan yang terus berlanjut antara AS dan Tiongkok, dua ekonomi terbesar dunia.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 93 sen, atau 1,5%, menjadi $62,39 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 1,3%, atau 79 sen, menjadi $58,70. Kedua kontrak tersebut berada pada level terendah dalam lima bulan. Pada sesi sebelumnya, Brent ditutup 0,9% lebih tinggi, dan WTI AS ditutup naik 1%.

Pasar minyak dunia menghadapi surplus yang lebih besar tahun depan, sebanyak 4 juta barel per hari karena produsen OPEC+ dan pesaingnya meningkatkan produksi sementara permintaan tetap lesu, prediksi IEA.

Pada hari Senin, laporan bulanan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), dan sekutunya termasuk Rusia, tidak sebegitu pesimisnya dibandingkan pandangan IEA. Laporan tersebut menyatakan bahwa kekurangan pasokan pasar minyak akan menyusut pada tahun 2026, karena aliansi OPEC+ yang lebih luas melanjutkan peningkatan produksi yang direncanakan.

Namun, para eksekutif di perusahaan-perusahaan minyak besar dan rumah dagang terkemuka mengatakan mereka memperkirakan pasar minyak global akan menguat dalam jangka menengah hingga panjang, pulih dari pelemahan jangka pendek.

"Ketegangan terbaru antara AS dan Tiongkok juga akan menjadi titik tekanan pada minyak mentah karena ekonomi Tiongkok dapat dipertanyakan jika ketegangan tetap tinggi," kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan sentimen penghindaran risiko telah menguat karena ketegangan perdagangan membebani sentimen dan laporan IEA bersifat pesimis. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada hari Senin bahwa Presiden Donald Trump tetap berkomitmen untuk bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan bulan ini.

Washington dan Beijing berupaya meredakan ketegangan terkait ancaman tarif dan pengendalian ekspor. Namun, pekan lalu, Tiongkok memperluas kontrol ekspor logam tanah jarang dan Trump mengancam tarif 100% serta pembatasan ekspor perangkat lunak mulai 1 November.

Beijing juga mengumumkan sanksi pada hari Selasa terhadap lima anak perusahaan pembuat kapal Korea Selatan, Hanwha Ocean, yang terkait dengan AS, sementara AS dan Tiongkok akan mulai mengenakan biaya pelabuhan tambahan kepada perusahaan pelayaran laut. Selisih harga minyak berjangka Brent enam bulan diperdagangkan pada premi terkecil sejak awal Mei, sementara selisih harga WTI berada pada titik tersempitnya sejak Januari 2024.

Penyempitan backwardation, istilah pasar untuk pengiriman langsung yang mendapatkan premi lebih tinggi daripada pengiriman selanjutnya, menunjukkan bahwa para pedagang menghasilkan lebih sedikit uang dari penjualan minyak di pasar spot karena pasokan jangka pendek dianggap melimpah.(alg)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif...
Thursday, 22 January 2026 14:39 WIB

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...

Gangguan Pasokan dan Tarif AS Angkat Harga Minyak...
Wednesday, 21 January 2026 08:49 WIB

Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...

Venezuela Ditekan AS, Harga Minyak Dunia Berfluktuasi...
Thursday, 8 January 2026 16:37 WIB

Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...

AS Mau Pegang Keran Minyak Venezuela?...
Thursday, 8 January 2026 07:11 WIB

Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...

Harga Brent Anjlok di Tengah Komentar Trump tentang Kesepakatan Ekspor Minyak AS-Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 04:38 WIB

Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS