Sunday, 25 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Stabil, Pasar Menakar OPEC+
Wednesday, 1 October 2025 16:22 WIB | OIL |Minyak WTI

Harga minyak stabil pada hari Rabu(1/10) setelah jatuh selama dua hari karena investor mempertimbangkan rencana OPEC+ untuk kenaikan produksi yang lebih besar bulan depan, sementara data dari AS dan Asia menunjukkan tanda-tanda penurunan permintaan.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik 6 sen menjadi $66,09 per barel pada pukul 08.35 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 4 sen menjadi $62,41 per barel. Pada hari Senin, Brent dan WTI keduanya ditutup melemah lebih dari 3%, penurunan harian tertajam sejak 1 Agustus. Pada hari Selasa, keduanya masing-masing turun 1,5%.

"Setelah dua hari aksi jual, yang dipicu oleh laporan kenaikan produksi OPEC+ dan dimulainya kembali ekspor minyak Kurdi, fokus kembali beralih ke gangguan pasokan dan ekspor di Rusia akibat serangan Ukraina yang terus-menerus dan berhasil," kata analis PVM Oil Associates, Tamas Varga.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, dapat sepakat untuk meningkatkan produksi minyak hingga 500.000 barel per hari (bph) pada bulan November, tiga kali lipat dari peningkatan yang dibuat pada bulan Oktober, karena Arab Saudi berupaya merebut kembali pangsa pasar, tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan. Namun, OPEC menulis dalam sebuah posting di X bahwa laporan media tentang rencana untuk meningkatkan produksi sebesar 500.000 bph menyesatkan.

Dalam pembaruan terbaru tentang serangan terhadap infrastruktur energi Rusia dari Ukraina, Rusia telah memberlakukan larangan sebagian pada ekspor diesel dan memperpanjang larangan ekspor bensin yang ada hingga akhir tahun, kata pemerintah pada hari Selasa.

Sementara itu di AS, sebuah laporan industri menunjukkan stok minyak mentah AS turun sementara persediaan bensin dan sulingan naik dalam pekan yang berakhir pada 26 September, menurut sumber pasar yang mengutip perkiraan American Petroleum Institute pada hari Selasa. "Meskipun persediaan minyak mentah AS menunjukkan tren penurunan, laju penarikan telah melambat, sehingga meredam sentimen bullish," ujar Sugandha Sachdeva, pendiri SS WealthStreet, sebuah firma riset yang berbasis di New Delhi.

Pemerintah AS menutup sebagian besar operasinya pada hari Rabu karena perpecahan partisan yang mendalam menghalangi Kongres dan Gedung Putih mencapai kesepakatan pendanaan - yang menurut lembaga pemerintah akan menghambat rilis laporan ketenagakerjaan bulan September yang diawasi ketat, antara lain. Data aktivitas pabrik di Asia, kawasan konsumen minyak terbesar di dunia, juga menambah kekhawatiran tentang permintaan bahan bakar, karena aktivitas manufaktur mengalami kontraksi di sebagian besar negara ekonomi utama pada bulan September.(alg)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif...
Thursday, 22 January 2026 14:39 WIB

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...

Gangguan Pasokan dan Tarif AS Angkat Harga Minyak...
Wednesday, 21 January 2026 08:49 WIB

Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...

Venezuela Ditekan AS, Harga Minyak Dunia Berfluktuasi...
Thursday, 8 January 2026 16:37 WIB

Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...

AS Mau Pegang Keran Minyak Venezuela?...
Thursday, 8 January 2026 07:11 WIB

Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...

Harga Brent Anjlok di Tengah Komentar Trump tentang Kesepakatan Ekspor Minyak AS-Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 04:38 WIB

Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS