Monday, 02 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Menguat Usai Serangan Fasilitas Energi Rusia
Monday, 15 September 2025 23:25 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oil

Harga minyak naik pada hari Senin(15/9) karena investor menilai dampak serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap kilang-kilang Rusia dan desakan Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara NATO untuk menghentikan pembelian minyak Rusia.

Harga minyak mentah Brent naik 41 sen, atau 0,61%, menjadi $67,40 per barel pada pukul 11.43 EDT (15.43 GMT) sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di level $63,25 per barel, naik 56 sen atau 0,89%.

Serangan terhadap infrastruktur minyak Rusia dan meningkatnya tekanan dari Trump terhadap pembeli minyak mentah Rusia telah mendorong harga minyak pada hari Senin, kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

"Di balik layar, terdapat banyak kekhawatiran seputar minyak berat dan pasokan solar yang ketat, yang membuat pasar tetap terdukung," tambah Flynn. Ukraina melancarkan serangan besar-besaran dengan setidaknya 361 pesawat nirawak yang menargetkan Rusia semalam, memicu kebakaran singkat di kilang minyak Kirishi yang luas di barat laut Rusia, kata pejabat Rusia pada hari Minggu.

Kedua kontrak minyak mentah naik lebih dari 1% minggu lalu karena Ukraina meningkatkan serangan terhadap infrastruktur minyak Rusia, termasuk terminal ekspor minyak terbesar, Primorsk. Primorsk memiliki kapasitas untuk memuat sekitar 1 juta barel minyak mentah per hari, sementara kilang Kirishi memproses sekitar 355.000 barel per hari minyak mentah Rusia, setara dengan 6,4% dari total negara itu.

Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa AS siap untuk menjatuhkan sanksi energi baru terhadap Rusia, tetapi hanya jika semua negara NATO berhenti membeli minyak Rusia dan menerapkan langkah-langkah serupa.

Minyak juga mendapat sedikit dukungan dari permintaan kilang yang kuat di Tiongkok bulan lalu dan penurunan persediaan minyak mentah AS, sementara data ekonomi yang lebih lemah dari Tiongkok membebani harga, kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Investor sedang menunggu keputusan suku bunga oleh Federal Reserve AS pada pertemuan 16-17 September, di mana bank tersebut diperkirakan akan melonggarkan kebijakan moneter. Biaya pinjaman yang lebih rendah dapat mendorong permintaan bahan bakar.

"Pasar mulai memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed yang lebih agresif, yang akan memberikan tekanan terhadap dolar AS dan mendorong harga minyak," kata Flynn dari Price Futures Group. Dolar AS melemah terhadap mata uang lainnya pada hari Senin, yang dapat mendorong permintaan minyak mentah karena dolar yang lebih lemah membuat minyak lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.(alg)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS