
Harga minyak bertahan setelah sempat jatuh tajam, penurunan terbesar dalam sebulan, akibat kekhawatiran pasar bahwa OPEC+ akan meningkatkan produksi dan data ekonomi AS yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan. West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati $63 per barel, sementara Brent ditutup di bawah $68. Laporan bahwa aliansi OPEC+ akan membahas kenaikan produksi pada akhir pekan ini menekan harga, meski keputusan final belum dibuat.
Di AS, The Fed melaporkan aktivitas ekonomi menunjukkan "sedikit atau tanpa perubahan" dalam beberapa pekan terakhir, dengan jumlah lowongan pekerjaan turun ke level terendah 10 bulan pada Juli. Kondisi ini memperlihatkan melemahnya permintaan tenaga kerja di tengah ketidakpastian kebijakan, menambah tekanan pada prospek konsumsi energi.
Sejak awal tahun, harga minyak sudah turun lebih dari 10% karena OPEC+ secara cepat melonggarkan pemangkasan produksi dalam upaya merebut pangsa pasar dari pesaing. Pasokan tambahan dari produsen di luar OPEC+ serta kekhawatiran melemahnya permintaan global akibat tarif perdagangan AS memperburuk sentimen. Sementara itu, data industri menunjukkan persediaan minyak di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, naik 2,1 juta barel pekan lalu, peningkatan terbesar sejak Maret jika dikonfirmasi oleh laporan resmi. (azf)
Sumber: Bloomberg
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...