
Harga acuan global, minyak mentah Brent, ditutup 1% lebih tinggi pada hari Senin (1/9), karena meningkatnya kekhawatiran bahwa serangan udara yang semakin intensif di Rusia dan Ukraina dapat menyebabkan gangguan pasokan, dan melemahnya dolar memberikan dukungan tambahan.
Harga minyak mentah Brent berjangka ditutup naik 67 sen, atau 1%, menjadi $68,15 per barel. Harga acuan AS, kontrak berjangka West Texas Intermediate, naik 67 sen, atau 1,1% menjadi $64,68 pada pukul 14.15 ET.
Harga minyak mentah WTI berjangka tidak akan ditutup pada hari Senin karena libur Hari Buruh di AS. Volume perdagangan Brent dan WTI juga melemah karena alasan tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Minggu berjanji untuk membalas serangan pesawat nirawak Rusia terhadap fasilitas pembangkit listrik di utara dan selatan negaranya, dan memerintahkan lebih banyak serangan di wilayah Rusia. Tiga setengah tahun setelah perang, baik Rusia maupun Ukraina telah mengintensifkan serangan udara dalam beberapa minggu terakhir, bahkan ketika upaya sedang dilakukan untuk menyelesaikan krisis.
Di sisi lain, laporan pasar tenaga kerja AS minggu ini akan memberikan gambaran tentang kesehatan ekonomi dan menguji keyakinan investor bahwa penurunan suku bunga akan segera terjadi, sebuah pandangan yang telah memperkuat minat terhadap aset berisiko seperti komoditas.
Menjelang data tersebut, dolar mendekati level terendah dalam lima minggu pada hari Senin, membuat minyak lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Investor juga berfokus pada Beijing, di mana Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri pertemuan puncak regional.
Pertemuan OPEC+ pada 7 September juga menjadi sorotan. (Arl)
Sumber: Reuters
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga minyak kembali melemah pada Rabu(7/1) setelah pasar mencerna pernyataan Presiden AS Donald Trump soal kesepakatan impor minyak mentah Venezuela ke Amerika Serikat. Sentimen utamanya: pasokan ber...
Harga minyak dunia kembali turun tajam setelah para pedagang mulai mempertimbangkan kemungkinan berakhirnya perang Rusia‘Ukraina. Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati ...
Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. Langkah Washington yang dikaitkan dengan...
Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menargetkan penurunan suku bunga sebesar 150 basis poin tahun ini untuk mendorong pasar tenaga kerja AS. Miran mengatakan kepada program Surveillance di Bloomberg...
Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang berakhir pada 3 Januari. Angka terbaru ini lebih...
Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE)...
Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di...
Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko...
Komunitas internasional harus memperjelas bahwa intervensi AS di Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional yang membuat dunia menjadi...