Monday, 26 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Turun Akibat Berakhirnya Musim Panas di AS
Thursday, 28 August 2025 13:05 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak turun pada Kamis(28/8) setelah menguat di sesi sebelumnya, seiring investor menimbang ekspektasi penurunan permintaan bahan bakar AS dengan mendekatnya akhir musim permintaan musim panas, serta memusatkan perhatian pada respons India terhadap tarif hukuman dari AS.
Futures minyak Brent turun 63 sen, atau 0,91%, menjadi $67,43 per barel pada pukul 05.02 GMT, sementara futures West Texas Intermediate (WTI) melemah 62 sen, atau 0,97%, menjadi $63,55 per barel. Kedua kontrak sempat menguat di sesi sebelumnya setelah Administrasi Informasi Energi AS (EIA) melaporkan penurunan persediaan minyak mentah AS sebesar 2,4 juta barel pada pekan yang berakhir 22 Agustus, dibandingkan ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan 1,9 juta barel.

"Harga minyak terkoreksi pagi ini karena para pedagang mengevaluasi kembali reli kemarin yang didorong oleh laporan EIA," kata Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di Phillip Nova. "Meski persediaan minyak mentah AS memang kembali turun, laju penurunannya melambat dibandingkan penurunan tajam pekan lalu, sehingga momentum bullish mereda," tambahnya. Penurunan ini juga mencerminkan permintaan kuat menjelang libur panjang Hari Buruh AS. Namun, menurut analis pasar IG Tony Sycamore, periode ini biasanya menandai berakhirnya musim mengemudi musim panas dan awal dari penurunan permintaan bahan bakar AS.

Para pedagang juga mencermati bagaimana respons New Delhi terhadap tekanan Washington untuk menghentikan pembelian minyak Rusia, setelah Presiden AS Donald Trump menggandakan tarif impor India hingga 50% pada Rabu. "India diperkirakan akan tetap membeli minyak mentah dari Rusia setidaknya dalam jangka pendek, yang kemungkinan akan membatasi dampak tarif baru terhadap pasokan global," ujar Sycamore.

Faktor lain yang membebani pasar adalah meningkatnya pasokan dari produsen utama yang telah menghapus beberapa pemangkasan sukarela, sehingga mengimbangi faktor pendukung, termasuk meningkatnya serangan antara Rusia dan Ukraina terhadap infrastruktur energi masing-masing. Rusia melancarkan serangan drone besar-besaran terhadap infrastruktur energi dan transportasi gas di enam wilayah Ukraina pada Rabu malam, yang menyebabkan lebih dari 100.000 orang tanpa listrik, menurut pejabat Ukraina.

Prospek pemangkasan suku bunga AS dalam waktu dekat juga turut mendukung pasar minyak, karena langkah itu berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi dan permintaan energi. Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, mengatakan pada Rabu bahwa suku bunga kemungkinan akan turun di suatu waktu, namun pembuat kebijakan perlu melihat data ekonomi mendatang sebelum memutuskan apakah pemangkasan sesuai pada pertemuan The Fed 16-17 September. (azf)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif...
Thursday, 22 January 2026 14:39 WIB

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...

Gangguan Pasokan dan Tarif AS Angkat Harga Minyak...
Wednesday, 21 January 2026 08:49 WIB

Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...

Venezuela Ditekan AS, Harga Minyak Dunia Berfluktuasi...
Thursday, 8 January 2026 16:37 WIB

Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...

AS Mau Pegang Keran Minyak Venezuela?...
Thursday, 8 January 2026 07:11 WIB

Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...

Harga Brent Anjlok di Tengah Komentar Trump tentang Kesepakatan Ekspor Minyak AS-Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 04:38 WIB

Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS