
Harga minyak turun pada Kamis(28/8) setelah menguat di sesi sebelumnya, seiring investor menimbang ekspektasi penurunan permintaan bahan bakar AS dengan mendekatnya akhir musim permintaan musim panas, serta memusatkan perhatian pada respons India terhadap tarif hukuman dari AS.
Futures minyak Brent turun 63 sen, atau 0,91%, menjadi $67,43 per barel pada pukul 05.02 GMT, sementara futures West Texas Intermediate (WTI) melemah 62 sen, atau 0,97%, menjadi $63,55 per barel. Kedua kontrak sempat menguat di sesi sebelumnya setelah Administrasi Informasi Energi AS (EIA) melaporkan penurunan persediaan minyak mentah AS sebesar 2,4 juta barel pada pekan yang berakhir 22 Agustus, dibandingkan ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan 1,9 juta barel.
"Harga minyak terkoreksi pagi ini karena para pedagang mengevaluasi kembali reli kemarin yang didorong oleh laporan EIA," kata Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di Phillip Nova. "Meski persediaan minyak mentah AS memang kembali turun, laju penurunannya melambat dibandingkan penurunan tajam pekan lalu, sehingga momentum bullish mereda," tambahnya. Penurunan ini juga mencerminkan permintaan kuat menjelang libur panjang Hari Buruh AS. Namun, menurut analis pasar IG Tony Sycamore, periode ini biasanya menandai berakhirnya musim mengemudi musim panas dan awal dari penurunan permintaan bahan bakar AS.
Para pedagang juga mencermati bagaimana respons New Delhi terhadap tekanan Washington untuk menghentikan pembelian minyak Rusia, setelah Presiden AS Donald Trump menggandakan tarif impor India hingga 50% pada Rabu. "India diperkirakan akan tetap membeli minyak mentah dari Rusia setidaknya dalam jangka pendek, yang kemungkinan akan membatasi dampak tarif baru terhadap pasokan global," ujar Sycamore.
Faktor lain yang membebani pasar adalah meningkatnya pasokan dari produsen utama yang telah menghapus beberapa pemangkasan sukarela, sehingga mengimbangi faktor pendukung, termasuk meningkatnya serangan antara Rusia dan Ukraina terhadap infrastruktur energi masing-masing. Rusia melancarkan serangan drone besar-besaran terhadap infrastruktur energi dan transportasi gas di enam wilayah Ukraina pada Rabu malam, yang menyebabkan lebih dari 100.000 orang tanpa listrik, menurut pejabat Ukraina.
Prospek pemangkasan suku bunga AS dalam waktu dekat juga turut mendukung pasar minyak, karena langkah itu berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi dan permintaan energi. Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, mengatakan pada Rabu bahwa suku bunga kemungkinan akan turun di suatu waktu, namun pembuat kebijakan perlu melihat data ekonomi mendatang sebelum memutuskan apakah pemangkasan sesuai pada pertemuan The Fed 16-17 September. (azf)
Sumber: Reuters
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...