
Harga minyak menguat tipis pada Rabu pagi setelah Amerika Serikat mengenakan tarif sekunder yang tinggi terhadap India untuk menghambat impor minyak Rusia, meskipun sebuah laporan menunjukkan penurunan persediaan minyak AS yang lebih kecil dari perkiraan pekan lalu.
Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober terakhir tercatat naik US$0,24 menjadi US$64,49 per barel, sementara minyak mentah Brent Oktober naik US$0,20 menjadi US$67,42.
Pemerintahan Trump menindaklanjuti ancaman untuk mengenakan tarif 50% terhadap sebagian besar impor AS dari India guna menghambat impor minyak Rusia. Tarif tersebut mulai berlaku tepat setelah tengah malam pada Rabu, menggandakan tarif sebelumnya terhadap negara tersebut. The Guardian melaporkan bahwa pemerintah India telah menolak untuk menghentikan impor dari Rusia.
Penentangan India terhadap tarif AS terjadi di tengah meningkatnya pasokan global, dengan OPEC+ yang akan menambah pasokan baru sebesar 548.000 barel per hari pada 1 September, tahap terakhir dari pengembalian pemangkasan produksi sebesar 2,2 juta barel per hari ke pasar.
"Harga minyak mentah berjangka stabil setelah kemerosotan pada hari Selasa setelah Trump mengenakan tarif 50% pada sebagian besar impor AS dari India, memenuhi ancaman untuk menghukum salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia atas pembelian minyak Rusia yang didiskon. Namun, kekhawatiran ini terus diimbangi oleh risiko kelebihan pasokan yang semakin besar di tengah meningkatnya produksi OPEC+," catat Saxo Bank.
American Petroleum Institute pada hari Selasa mengatakan survei mingguannya terhadap persediaan minyak AS menunjukkan stok turun sebesar 0,97 juta barel pekan lalu, sementara estimasi konsensus di antara para analis yang disurvei oleh Oilprice.com memperkirakan penurunan sebesar 1,7 juta barel. Badan Informasi Energi akan merilis data inventaris resmi pada Rabu pagi.(alg)
Sumber: MT Newswires
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...