
Minyak stabil setelah mencatat kenaikan mingguan karena para pedagang memantau ketegangan terkait pasokan, serta sentimen yang lebih luas pada aset berisiko setelah Federal Reserve memberi sinyal akan kembali memangkas suku bunga.
Brent diperdagangkan mendekati $68 per barel setelah naik hampir 3% pekan lalu, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di atas $63. Amerika Serikat mengancam akan melipatgandakan tarif atas semua impor dari India menjadi 50% sebagai balasan atas pembelian minyak Rusia oleh negara tersebut. Menjelang diberlakukannya penalti - yang dijadwalkan berlaku pada hari Rabu - para diplomat India mengatakan bahwa pengolah minyak lokal akan tetap membeli minyak mentah dari Moskow.
Aset berisiko termasuk komoditas berpotensi memperpanjang kenaikan pada Senin setelah Ketua The Fed Jerome Powell mengisyaratkan kemungkinan dilanjutkannya pemangkasan suku bunga bulan depan dalam pidatonya pada Jumat lalu. Minyak mentah dapat diuntungkan dari dorongan terhadap aktivitas ekonomi, serta pelemahan mata uang AS.
Tolok ukur global Brent telah ditutup di kisaran $60-an per barel setiap hari bulan ini seiring para pedagang menimbang tantangan terhadap ekspor Rusia, upaya mengakhiri konflik di Ukraina, dan hambatan dari perang dagang yang dipimpin AS. Harga berjangka tetap sekitar 9% lebih rendah tahun ini karena kekhawatiran akan kelebihan pasokan dalam kuartal mendatang setelah OPEC+ menghidupkan kembali sebagian besar produksi yang sebelumnya dihentikan.
Volume perdagangan berjangka Brent mungkin lebih rendah dari biasanya pada Senin, karena sebagian pedagang libur untuk hari libur nasional di Inggris.
Brent untuk penyelesaian Oktober naik 0,1% menjadi $67,81 per barel pada pukul 7:35 pagi waktu Singapura.
WTI untuk pengiriman Oktober naik 0,1% menjadi $63,65 per barel. (azf)
Sumber: Bloomberg
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...