Monday, 26 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Stabil, Kekhawatiran Pasokan Rusia Mereda
Monday, 18 August 2025 12:14 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak sebagian besar tidak berubah pada hari Senin(18/8) setelah sempat turun di awal perdagangan, karena Amerika Serikat tidak memberikan tekanan tambahan kepada Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina melalui langkah-langkah yang dapat mengganggu ekspor minyaknya, menyusul pertemuan para pemimpin kedua negara.

Futures minyak mentah Brent turun 6 sen, atau 0,09%, menjadi $65,79 per barel pada pukul 03:42 GMT, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) berada di $62,82 per barel, naik 2 sen, atau 0,03%.

Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada hari Jumat dan keluar dari pertemuan dengan posisi yang lebih sejalan dengan Moskow untuk mencari kesepakatan damai, bukan gencatan senjata terlebih dahulu. Trump akan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan para pemimpin Eropa pada hari Senin untuk mencoba mencapai kesepakatan damai cepat guna mengakhiri perang paling mematikan di Eropa dalam 80 tahun terakhir.

Pada hari Jumat, Trump mengatakan ia tidak segera perlu mempertimbangkan tarif balasan terhadap negara-negara seperti China yang membeli minyak Rusia, namun mungkin akan melakukannya "dalam dua atau tiga minggu", meredakan kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak Rusia.

"Tidak adanya hasil besar sebenarnya sudah diperhitungkan pasar, sehingga pasar tetap dalam mode tunggu dan lihat, lebih ke arah sentimen bearish, jika lebih banyak barel Rusia bisa masuk ke pasokan minyak global bila permusuhan di Ukraina berakhir," kata analis energi independen Gaurav Sharma.

China, importir minyak terbesar dunia, adalah pembeli utama minyak Rusia, diikuti oleh India.

"Yang terutama menjadi sorotan adalah tarif sekunder yang menargetkan importir utama energi Rusia, dan Presiden Trump memang mengindikasikan bahwa ia akan menunda aksi tambahan di bidang ini, setidaknya untuk China," kata analis RBC Capital Helima Croft dalam sebuah catatan.

"Status quo tetap berlaku untuk saat ini," tambah Croft, sambil menekankan bahwa Moskow tidak akan mundur dari tuntutan teritorial sementara Ukraina dan beberapa pemimpin Eropa akan menolak kesepakatan tanah-untuk-damai.

Investor juga menantikan petunjuk dari pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada pertemuan Jackson Hole minggu ini mengenai arah pemangkasan suku bunga yang dapat mendorong saham mencetak rekor baru.

"Kemungkinan besar Powell akan tetap tidak berkomitmen dan bergantung pada data, terutama dengan masih ada satu laporan ketenagakerjaan dan Indeks Harga Konsumen (CPI) sebelum pertemuan FOMC 17 September," kata analis pasar IG, Tony Sycamore, dalam sebuah catatan. (azf)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif...
Thursday, 22 January 2026 14:39 WIB

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...

Gangguan Pasokan dan Tarif AS Angkat Harga Minyak...
Wednesday, 21 January 2026 08:49 WIB

Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...

Venezuela Ditekan AS, Harga Minyak Dunia Berfluktuasi...
Thursday, 8 January 2026 16:37 WIB

Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...

AS Mau Pegang Keran Minyak Venezuela?...
Thursday, 8 January 2026 07:11 WIB

Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...

Harga Brent Anjlok di Tengah Komentar Trump tentang Kesepakatan Ekspor Minyak AS-Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 04:38 WIB

Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS