
Harga minyak stabil di dekat level terendah dua bulan setelah Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa pasar berpotensi mengalami kelebihan pasokan rekor tahun depan.
Minyak Brent diperdagangkan di bawah $66 per barel, setelah menutup sesi sebelumnya pada level terendah sejak 5 Juni, sementara West Texas Intermediate sekitar $63 per barel.
Prediksi suram dari IEA dan pemerintah AS muncul karena pasokan dari negara anggota dan non-OPEC+ diperkirakan meningkat hingga kuartal keempat. Indikator kesehatan pasar Brent, yang disebut nearest timespread, berada di level terlemah sejak Mei.
Di tengah kondisi ini, para pedagang juga memperhatikan KTT Presiden AS dan Rusia pada Jumat mendatang, karena hasilnya bisa memengaruhi kelonggaran atau pengetatan sanksi Washington terhadap anggota OPEC+. Donald Trump memperingatkan akan ada "konsekuensi sangat serius" jika Vladimir Putin tidak setuju dengan gencatan senjata, setelah melakukan panggilan dengan para pemimpin Eropa
Harga minyak telah turun lebih dari 10% tahun ini karena OPEC dan mitranya mulai membalik pengurangan produksi yang dilakukan sejak 2023, meskipun pergerakan harga belakangan terbatas karena aktivitas perdagangan melambat selama musim panas di belahan bumi utara.
Analis Citigroup, termasuk Anthony Yuen, memperkirakan harga Brent bisa berada di kisaran rendah $60 per barel jika ada kemajuan dalam kesepakatan AS-Rusia, meski kemungkinan besar hasil KTT "cenderung menekan harga." (azf)
Sumber: Bloomberg
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...