
Harga minyak mentah bertahan di sekitar $66 per barel setelah Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pasar minyak akan mengalami surplus yang meningkat pada akhir tahun ini dan berlanjut ke tahun depan. Patokan berjangka Brent dan West Texas Intermediate (WTI) nyaris tidak berubah. IEA menyebut persediaan minyak diperkirakan tumbuh dengan laju tercepat yang pernah tercatat tahun depan dan mencapai level tertinggi 46 bulan pada Juni, sehari setelah pemerintah AS juga memperkuat pandangannya tentang surplus tahun ini.
Dengan latar itu, para trader menantikan pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada hari Jumat yang diarahkan untuk mengakhiri perang di Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan ia tidak akan menyerahkan wilayah Donbas di timur kepada Rusia-syarat yang diminta Putin untuk membuka gencatan senjata-dan mendesak agar Kyiv dilibatkan dalam pembicaraan. Ukraina mengklaim melakukan serangan terhadap stasiun pompa minyak Rusia pada Rabu, meski dampaknya belum jelas dan klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Para pelaku pasar minyak memantau persiapan pertemuan tersebut karena bisa berujung pada pelonggaran sanksi AS terhadap Rusia, anggota OPEC+. Harga minyak turun sepanjang tahun ini seiring kelompok produsen mempercepat kenaikan output, meski pergerakan beberapa hari terakhir lebih tenang di tengah tipisnya aktivitas perdagangan musim panas. "Pasar tetap menunggu dan melihat menjelang pertemuan besar Trump-Putin di Alaska," kata Keshav Lohiya, pendiri konsultan Oilytics.
Pandangan Departemen Energi AS juga mencakup perkiraan penurunan produksi minyak AS tahun depan. Namun sebelum itu, produksi diperkirakan mencapai rekor tahun ini, sebagian berkat peningkatan efisiensi dari sumur-sumur yang sudah ada. Sementara itu, laporan industri AS menunjukkan persediaan nasional naik tipis pekan lalu. Data resmi akan diterbitkan pada Rabu nanti. (azf)
Sumber: Bloomberg
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...