Tuesday, 27 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Naik Tipis, Gencatan Dagang AS-China Picu Harapan
Tuesday, 12 August 2025 15:15 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak naik pada hari Selasa(12/8) karena Amerika Serikat dan Tiongkok memperpanjang jeda kenaikan tarif, sehingga mengurangi kekhawatiran bahwa eskalasi perang dagang mereka akan mengganggu perekonomian dan menekan permintaan bahan bakar di dua negara konsumen minyak terbesar di dunia.

Kontrak berjangka Brent naik 14 sen, atau 0,2%, menjadi $66,77 per barel pada pukul 06.43 GMT, sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 8 sen, atau 0,1%, menjadi $64,04.

Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan tarif dengan Tiongkok hingga 10 November, mencegah pemberlakuan tarif tiga digit atas barang-barang Tiongkok saat para peritel AS bersiap menghadapi musim liburan akhir tahun yang krusial.

Langkah ini meningkatkan harapan bahwa kesepakatan dapat dicapai antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut dan menghindari terjadinya semacam embargo perdagangan di antara mereka. Tarif berisiko memperlambat pertumbuhan global, yang dapat mengurangi permintaan bahan bakar dan menekan harga minyak.

Kenaikan harga minyak juga didukung oleh tanda-tanda pelemahan baru di pasar tenaga kerja AS, yang telah meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada September, kata Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di broker Phillip Nova.

Selain itu, yang menjadi perhatian adalah data inflasi AS yang akan dirilis pada hari itu, yang dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed. Pemangkasan suku bunga biasanya mendorong aktivitas ekonomi dan permintaan minyak.

Faktor lain yang berpotensi memengaruhi pasar minyak adalah pertemuan antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada hari Jumat untuk membahas akhir perang di Ukraina.

"Jalur diplomasi AS-Rusia terkait konflik Ukraina tetap menjadi faktor tak terduga, dengan para pedagang memantau kemungkinan kejutan geopolitik yang dapat mengganggu jalur pasokan atau rezim sanksi," kata Sachdeva.

Pertemuan ini berlangsung ketika AS meningkatkan tekanan terhadap Rusia, dengan ancaman sanksi yang lebih keras terhadap pembeli minyak Rusia seperti Tiongkok dan India jika tidak ada kesepakatan damai yang tercapai.

"Setiap kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina akan mengakhiri risiko gangguan terhadap pasokan minyak Rusia yang selama ini membayangi pasar," tulis Daniel Hynes, ahli strategi komoditas senior di ANZ dalam sebuah catatan.

Trump telah menetapkan tenggat waktu hingga Jumat lalu bagi Rusia untuk menyetujui perdamaian di Ukraina atau pembeli minyaknya akan menghadapi sanksi sekunder, sambil menekan India untuk mengurangi pembelian minyak Rusia.

Washington juga menginginkan Beijing menghentikan pembelian minyak Rusia, dengan Trump mengancam akan memberlakukan tarif sekunder terhadap Tiongkok.

Risiko penerapan sanksi tersebut telah berkurang menjelang pertemuan Trump-Putin pada 15 Agustus. (azf)

Source: Investing.com

RELATED NEWS
Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif...
Thursday, 22 January 2026 14:39 WIB

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...

Gangguan Pasokan dan Tarif AS Angkat Harga Minyak...
Wednesday, 21 January 2026 08:49 WIB

Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...

Venezuela Ditekan AS, Harga Minyak Dunia Berfluktuasi...
Thursday, 8 January 2026 16:37 WIB

Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...

AS Mau Pegang Keran Minyak Venezuela?...
Thursday, 8 January 2026 07:11 WIB

Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...

Harga Brent Anjlok di Tengah Komentar Trump tentang Kesepakatan Ekspor Minyak AS-Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 04:38 WIB

Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS