Tuesday, 27 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Menguat Tipis Jelang Dialog AS-Rusia
Monday, 11 August 2025 19:51 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak naik tipis pada hari Senin(11/8), setelah turun lebih dari 4% pekan lalu, seiring investor menantikan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Rusia akhir pekan ini terkait perang di Ukraina.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 36 sen atau 0,54% menjadi $66,95 per barel pada pukul 12:02 GMT, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 34 sen atau 0,53% menjadi $64,22 per barel.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa ia akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 15 Agustus di Alaska untuk merundingkan penghentian perang di Ukraina.

Pembicaraan ini berlangsung setelah meningkatnya tekanan AS terhadap Rusia, dengan kemungkinan sanksi terhadap Moskow akan diperketat jika kesepakatan damai tidak tercapai. Trump menetapkan batas waktu hingga Jumat lalu bagi Rusia, yang menginvasi Ukraina pada Februari 2022, untuk menyetujui perdamaian atau pembeli minyaknya akan menghadapi sanksi sekunder. Pada saat yang sama, Washington mendesak India untuk mengurangi pembelian minyak Rusia.

Harga minyak turun dalam beberapa hari terakhir karena pelaku pasar mengurangi perkiraan gangguan pasokan, kemungkinan karena AS hanya memberlakukan tarif tambahan pada India, bukan pada semua pembeli minyak Rusia, kata analis UBS Giovanni Staunovo.

UBS memangkas perkiraan harga Brent akhir tahun menjadi $62 per barel dari sebelumnya $68, dengan alasan pasokan yang lebih tinggi dari Amerika Selatan dan produksi yang tetap kuat dari negara-negara yang terkena sanksi. Bank tersebut juga menambahkan bahwa permintaan India belakangan ini lebih rendah dari perkiraan, dan OPEC+ diperkirakan akan menghentikan kenaikan produksi kecuali muncul gangguan pasokan yang lebih besar dan tak terduga.

Konsorsium yang dipimpin Exxon Mobil memulai produksi minyak mentah empat bulan lebih awal dari jadwal di kapal keempat floating production, storage and offloading (FPSO) di Guyana, kata Exxon pada Jumat.

Tarif impor yang lebih tinggi dari Trump terhadap puluhan negara, yang mulai berlaku Kamis lalu, diperkirakan akan membebani aktivitas ekonomi karena memaksa perubahan rantai pasok dan memicu inflasi yang lebih tinggi.

Sementara itu, data dari Biro Statistik Nasional Tiongkok pada Sabtu menunjukkan harga produsen turun lebih besar dari perkiraan pada Juli. (azf)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif...
Thursday, 22 January 2026 14:39 WIB

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...

Gangguan Pasokan dan Tarif AS Angkat Harga Minyak...
Wednesday, 21 January 2026 08:49 WIB

Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...

Venezuela Ditekan AS, Harga Minyak Dunia Berfluktuasi...
Thursday, 8 January 2026 16:37 WIB

Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...

AS Mau Pegang Keran Minyak Venezuela?...
Thursday, 8 January 2026 07:11 WIB

Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...

Harga Brent Anjlok di Tengah Komentar Trump tentang Kesepakatan Ekspor Minyak AS-Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 04:38 WIB

Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS