Tuesday, 27 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Melemah di Tengah Upaya Damai AS-Rusia
Monday, 11 August 2025 14:30 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak turun dalam perdagangan Asia pada hari Senin(11/8), memperpanjang penurunan lebih dari 4% minggu lalu karena investor menunggu hasil pembicaraan antara AS dan Rusia akhir pekan ini terkait perang di Ukraina.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 62 sen, atau 0,93%, menjadi $65,97 per barel pada pukul 06.31 GMT, sementara kontrak berjangka minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) turun 69 sen, atau 1,08%, menjadi $63,19.

Ekspektasi meningkat terhadap kemungkinan berakhirnya sanksi yang telah membatasi pasokan minyak Rusia ke pasar internasional, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa ia akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada 15 Agustus di Alaska untuk merundingkan akhir perang di Ukraina.

Pembicaraan ini menyusul meningkatnya tekanan AS terhadap Rusia, yang memunculkan kemungkinan bahwa hukuman terhadap Moskow juga dapat diperketat jika kesepakatan damai tidak tercapai.

"Jika pembicaraan damai gagal dan konflik berlarut-larut, pasar bisa dengan cepat berbalik menjadi bullish, yang berpotensi memicu lonjakan tajam harga minyak," kata Sugandha Sachdeva, pendiri SS WealthStreet, sebuah perusahaan riset yang berbasis di New Delhi.

Trump menetapkan tenggat waktu pada Jumat lalu bagi Rusia, yang menginvasi Ukraina pada Februari 2022, untuk menyetujui perdamaian atau pembeli minyaknya akan menghadapi sanksi sekunder. Pada saat yang sama, Washington menekan India untuk mengurangi pembelian minyak Rusia.

Konsultan Energy Aspects memperkirakan kilang-kilang India telah membeli WTI sebanyak 5 juta barel untuk pengiriman bulan Agustus, dengan tambahan 5 juta barel dimungkinkan tergantung hasil tender, serta 5 juta barel untuk pengiriman bulan September.

Peluang arbitrase WTI ke Asia masih terbuka, dan India diperkirakan akan terus menyerap minyak mentah AS untuk saat ini, kata Energy Aspects dalam catatan mingguan.

Tarif impor yang lebih tinggi dari Trump terhadap puluhan negara, yang mulai berlaku pada hari Kamis, diperkirakan akan membebani aktivitas ekonomi karena memaksa perubahan rantai pasokan dan mendorong inflasi yang lebih tinggi.

Terbebani oleh prospek ekonomi yang suram, Brent turun 4,4% selama minggu yang berakhir Jumat, sementara WTI turun 5,1%.

"Arah pergerakan jangka pendek akan bergantung pada beberapa peristiwa penting, termasuk pertemuan 15 Agustus antara presiden AS dan Rusia, pidato-pidato mendatang dari pejabat Federal Reserve, serta rilis data CPI AS," kata Sachdeva.

Sementara itu, data dari Biro Statistik Nasional pada hari Sabtu menunjukkan harga produsen di China turun lebih besar dari perkiraan pada Juli, sementara harga konsumen tetap datar, menyoroti lemahnya permintaan domestik dan ketidakpastian perdagangan yang terus menekan sentimen konsumen dan bisnis. (azf)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif...
Thursday, 22 January 2026 14:39 WIB

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...

Gangguan Pasokan dan Tarif AS Angkat Harga Minyak...
Wednesday, 21 January 2026 08:49 WIB

Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...

Venezuela Ditekan AS, Harga Minyak Dunia Berfluktuasi...
Thursday, 8 January 2026 16:37 WIB

Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...

AS Mau Pegang Keran Minyak Venezuela?...
Thursday, 8 January 2026 07:11 WIB

Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...

Harga Brent Anjlok di Tengah Komentar Trump tentang Kesepakatan Ekspor Minyak AS-Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 04:38 WIB

Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS