
Minyak menuju penurunan mingguan terbesar sejak Juni, karena para pedagang menilai bahwa upaya AS untuk mengakhiri perang di Ukraina tidak akan memengaruhi pasokan, bahkan ketika Washington menjatuhkan sanksi kepada India karena mengimpor minyak mentah Moskow.
Harga minyak West Texas Intermediate diperdagangkan di bawah $64 per barel, turun lebih dari 5% minggu ini, sementara Brent ditutup mendekati $66. Harga acuan AS telah menurun selama enam hari terakhir, menandai penurunan terburuk sejak 2023. Presiden AS Donald Trump yang telah menetapkan batas waktu hingga Jumat bagi Moskow untuk menyetujui gencatan senjata mengatakan ia bersedia bertemu dengan Vladimir Putin, meskipun pemimpin Rusia itu tidak setuju untuk bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.
Awal pekan ini, AS menggandakan pungutan atas semua impor India menjadi 50% sebagai penalti bagi negara yang mengambil minyak Rusia, yang mendorong kilang minyak milik negara setempat untuk menarik diri dari pembelian dan mencari sumber lain. Sementara itu, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan AS mungkin juga akan mengenakan tarif pada Tiongkok di beberapa titik, ketika ditanya tentang penargetan negara-negara yang membeli energi Rusia.
Harga minyak anjlok pada bulan Agustus setelah tiga bulan mengalami kenaikan. Investor bersiap menghadapi potensi kelebihan pasokan akhir tahun ini setelah OPEC+ melanjutkan kampanye untuk melonggarkan pembatasan produksi. Di saat yang sama, harga minyak berjangka terbebani oleh tanda-tanda pertumbuhan yang lebih lambat di negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut karena tarif perdagangan Trump yang lebih luas berdampak pada aktivitas ekonomi, yang menimbulkan risiko bagi permintaan energi.(alg)
Sumber: Bloomberg
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...