Tuesday, 27 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga minyak anjlok setelah pengumuman pertemuan Trump-Putin
Friday, 8 August 2025 05:10 WIB | OIL |brent oil

Harga minyak anjlok pada hari Kamis untuk sesi keenam berturut-turut setelah Kremlin mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin akan bertemu Presiden AS Donald Trump dalam beberapa hari mendatang, meningkatkan ekspektasi akan berakhirnya perang di Ukraina secara diplomatik.

Harga minyak mentah Brent berjangka ditutup turun 46 sen, atau 0,7%, menjadi $66,43 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 47 sen, atau 0,7%, menjadi $63,88.

Kedua harga acuan minyak mentah turun sekitar 1% pada hari Rabu, menyentuh level terendah dalam delapan minggu, setelah komentar Trump tentang kemajuan pembicaraan dengan Moskow.

Ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, mengatakan pada hari Kamis bahwa Trump dan Putin akan bertemu dalam beberapa hari mendatang dalam pertemuan puncak pertama antara para pemimpin kedua negara sejak 2021.

Seorang pejabat Gedung Putih sebelumnya mengatakan bahwa Trump dapat bertemu Putin paling cepat minggu depan.

Namun, AS terus mempersiapkan sanksi sekunder terhadap pembeli utama produk energi Rusia untuk menekan Moskow agar mengakhiri perang di Ukraina.

Rusia adalah produsen minyak terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

AS memberlakukan tarif baru untuk barang-barang India. Trump mengenakan tarif tambahan sebesar 25% untuk barang-barang India pada hari Rabu, dengan alasan impor minyak Rusia yang berkelanjutan. Pajak impor baru akan berlaku mulai 28 Agustus.

India adalah pembeli minyak Rusia terbesar kedua setelah Tiongkok. Trump juga mengatakan ia dapat mengumumkan tarif lebih lanjut untuk Tiongkok.

Harga minyak telah turun lebih dari 9% selama seminggu terakhir.

"Peningkatan tambahan dalam produksi OPEC tetap menjadi pertimbangan negatif utama, sementara ketidakpastian tarif yang berkelanjutan masih menjadi argumen utama yang mendukung tingkat harga yang lebih rendah," kata analis di firma penasihat energi Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, pada hari Minggu sepakat untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 547.000 barel per hari untuk bulan September.

Penjualan pada hari Kamis dibatasi oleh penurunan stok minyak mentah di AS, harga minyak mentah Arab Saudi yang lebih tinggi untuk Asia, dan impor minyak mentah Tiongkok yang solid pada bulan Juli, kata analis UBS, Giovanni Staunovo.

Badan Informasi Energi (EIA) mengatakan pada hari Rabu bahwa stok minyak mentah AS turun 3 juta barel menjadi 423,7 juta barel dalam pekan yang berakhir 1 Agustus, melampaui perkiraan penurunan sebesar 591.000 barel dalam jajak pendapat analis Reuters.(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif...
Thursday, 22 January 2026 14:39 WIB

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...

Gangguan Pasokan dan Tarif AS Angkat Harga Minyak...
Wednesday, 21 January 2026 08:49 WIB

Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...

Venezuela Ditekan AS, Harga Minyak Dunia Berfluktuasi...
Thursday, 8 January 2026 16:37 WIB

Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...

AS Mau Pegang Keran Minyak Venezuela?...
Thursday, 8 January 2026 07:11 WIB

Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...

Harga Brent Anjlok di Tengah Komentar Trump tentang Kesepakatan Ekspor Minyak AS-Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 04:38 WIB

Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS