Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Anjlok Usai OPEC+ Naikkan Produksi
Monday, 4 August 2025 19:55 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak turun tajam pada hari Senin(4/8) setelah OPEC+ mengumumkan akan menaikkan produksi pada bulan September. Kekhawatiran atas perlambatan ekonomi AS dan dampak tarif perdagangan juga turut menekan harga minyak.

Pada pukul 19:15 WIB, harga minyak Brent kontrak September turun 1,8% menjadi $68,38 per barel, sementara minyak WTI turun 2,1% ke $65,89 per barel.

Minggu lalu, kedua harga tersebut sempat menguat setelah AS mengancam akan menjatuhkan sanksi tambahan pada ekspor minyak Rusia, yang berpotensi memperketat pasokan global.

OPEC+ Sepakati Tambahan Produksi Bulan September

OPEC+ ” kelompok negara penghasil minyak dan sekutunya ” sepakat untuk menambah produksi sebesar 547.000 barel per hari (bph) pada bulan September, melanjutkan pola yang sama seperti bulan Agustus.

Kenaikan ini menjadi bulan keenam berturut-turut di mana OPEC+ menambah pasokan, menandai pembalikan penuh lebih awal dari pemangkasan produksi besar-besaran yang sebelumnya dilakukan. Total pemangkasan yang telah dibalik mencapai sekitar 2,5 juta bph atau 2,4% dari permintaan global.

Namun, para analis dari ING menyatakan bahwa kenaikan ini kemungkinan menjadi yang terakhir, karena permintaan musim panas mulai berkurang dan persediaan mulai naik.

Masih banyak yang bergantung pada kelanjutan pasokan minyak Rusia, terutama karena pemerintahan Trump mengancam akan memberikan sanksi kepada India jika terus membeli minyak dari Rusia. Jika India berhenti membeli dan tidak ada pembeli lain, pasokan global bisa terganggu, dan kelebihan pasokan yang diperkirakan bisa hilang.

Data Ekonomi AS Melemah, Picu Kekhawatiran Permintaan

Pasar juga khawatir permintaan bahan bakar di AS akan melemah setelah data tenaga kerja non-pertanian (nonfarm payrolls) menunjukkan penurunan signifikan.

Selain itu, data aktivitas bisnis dari indeks PMI juga menurun, memperkuat kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi AS melambat ” kondisi yang umumnya menekan permintaan minyak.

Ancaman Sanksi Terhadap Rusia Bantu Tahan Penurunan Harga

Sebelumnya, harga minyak sempat menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif kepada negara-negara besar pembeli minyak Rusia, termasuk Tiongkok dan India, sebagai upaya untuk menekan Moskow agar menghentikan perang di Ukraina.

Goldman Sachs tetap mempertahankan proyeksi harga Brent rata-rata $64 per barel pada kuartal IV 2025 dan $56 pada 2026, meskipun mereka menyebut meningkatnya risiko dari perkembangan terbaru, seperti sanksi terhadap Rusia dan Iran.

Namun, bank tersebut juga memperingatkan adanya risiko penurunan terhadap proyeksi pertumbuhan permintaan minyak sebesar 800.000 bph pada 2025“2026, akibat tarif yang lebih tinggi dan lemahnya data ekonomi AS.

Menurut ING, kekhawatiran akan sanksi sekunder dari AS terhadap negara pembeli minyak Rusia membuat para spekulan menjadi lebih aktif di pasar. Terlihat dari posisi beli bersih di Brent yang naik tajam sebanyak 33.959 kontrak menjadi 261.352 kontrak minggu lalu. (azf)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS