Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Stabil Di Tengah Gejolak Tarif Dan Penguatan Bursa AS
Thursday, 31 July 2025 16:03 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oil

Harga minyak sedikit berubah pada hari Kamis (31/7) karena investor mempertimbangkan risiko pasokan dari desakan Presiden AS Donald Trump untuk resolusi cepat perang di Ukraina melalui tarif tambahan, sementara peningkatan mengejutkan dalam stok minyak mentah AS membebani harga.

Minyak mentah Brent berjangka untuk bulan September, yang akan berakhir pada hari Kamis, naik 4 sen, atau 0,05%, menjadi $73,28 per barel pada pukul 08.12 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk bulan September juga naik 4 sen, atau 0,06%, menjadi $70,04. Kedua harga acuan mencatat kenaikan 1% pada hari Rabu.

"Kami mencari kejelasan lebih lanjut tentang sifat tarif baru atau penerapan sanksi terhadap Rusia," kata Harry Tchiliguirian dari Onyx Capital Group. Riwayat Presiden AS dalam menerapkan kebijakan dan kemudian mengubahnya beberapa hari kemudian telah menyebabkan para pedagang dan analis ragu untuk memperhitungkannya, tambah Tchiliguirian.

Trump mengatakan ia akan mulai memberlakukan langkah-langkah terhadap Rusia, termasuk tarif sekunder 100% terhadap mitra dagangnya, jika Rusia tidak mencapai kemajuan dalam mengakhiri perang di Ukraina dalam 10-12 hari, memajukan tenggat waktu sebelumnya 50 hari. AS juga telah memperingatkan Tiongkok, pembeli minyak Rusia terbesar, bahwa Tiongkok dapat menghadapi tarif yang sangat besar jika terus membeli.

Pada hari Rabu, Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi baru terhadap lebih dari 115 individu, entitas, dan kapal yang terkait dengan Iran, meningkatkan kampanye "tekanan maksimum" pemerintahan Trump setelah mengebom situs nuklir Iran pada bulan Juni. Sementara itu, persediaan minyak mentah AS naik 7,7 juta barel menjadi 426,7 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 25 Juli, didorong oleh penurunan ekspor, menurut Badan Informasi Energi (EIA) pada hari Rabu. Para analis memperkirakan penurunan sebesar 1,3 juta barel.

Stok bensin turun 2,7 juta barel menjadi 228,4 juta barel, jauh melampaui perkiraan penurunan sebesar 600.000 barel. "Data inventaris AS menunjukkan peningkatan stok minyak mentah yang mengejutkan, tetapi penurunan bensin yang lebih besar dari perkiraan mendukung pandangan permintaan musim berkendara yang kuat, sehingga berdampak netral pada pasar minyak," kata analis Fujitomi Securities, Toshitaka Tazawa.(alg)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS