Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Melemah saat Pasar Cermati Risiko Tarif Trump dan Serangan di Laut Merah
Tuesday, 8 July 2025 17:17 WIB | OIL |Minyak WTIMinyak jenis Brent

Harga minyak turun pada hari Selasa (8/7) karena pelaku pasar menimbang dampak dari gelombang baru ancaman tarif Presiden AS Donald Trump serta serangan terbaru terhadap kapal kargo di Laut Merah.

Minyak Brent diperdagangkan mendekati $69 per barel, setelah melonjak hampir 2% pada hari Senin.

Penurunan terjadi meskipun OPEC+ sebelumnya mengumumkan peningkatan produksi yang lebih besar dari perkiraan untuk Agustus.

Trump memposting surat kepada berbagai negara di media sosial pada hari Senin, menyatakan niat untuk menerapkan tarif 25% terhadap barang dari Jepang dan Korea Selatan. Ia menyebut tenggat 1 Agustus "belum sepenuhnya final", dan memberi sinyal bahwa tarif bisa disesuaikan.

Haris Khurshid, Chief Investment Officer di Karobaar Capital LP, menyatakan:

"Para trader sedang mencermati ancaman tarif baru dari Trump dan risiko perlambatan pertumbuhan global, yang bisa menekan permintaan minyak."

Ia juga menambahkan bahwa pasar akan mengawasi sinyal selanjutnya dari OPEC+ terkait potensi perpanjangan atau penyesuaian pemangkasan produksi.

Meskipun OPEC+ mengumumkan kenaikan produksi, Arab Saudi menaikkan harga jual minyak mentahnya untuk pembeli Asia, lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Ini menandakan keyakinan bahwa permintaan masih cukup kuat untuk menyerap tambahan pasokan.

Sementara itu, kapal tanker MV Eternity C mengalami kerusakan berat dan kehilangan daya dorong setelah diserang dekat Al-Hodeidah, Yaman, dan saat ini dikepung serta terus diserang oleh kapal kecil, menurut laporan UK Maritime Trade Operations.

Lalu lintas kapal tanker melalui Selat Bab el-Mandeb tetap rendah sejak menurun tajam akhir 2023 akibat serangan Houthi, yang terus menjadi faktor geopolitik penting bagi pasar minyak.

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS