
Harga minyak berjangka anjlok lebih dari 1% pada hari Jumat (04/7), tertekan oleh ekspektasi bahwa produsen OPEC+ akan memutuskan akhir pekan ini untuk menaikkan produksi dan penegasan kembali Iran atas komitmennya terhadap nonproliferasi nuklir.
Harga minyak mentah Brent turun 70 sen, atau 1,02%, menjadi $68,10 per barel pada pukul 10:06 ET (1406 GMT) sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 72 sen, atau 1,07%, menjadi $66,28. Perdagangan sepi karena libur Hari Kemerdekaan AS.
Kedua kontrak berada di jalur kenaikan mingguan kecil, dengan Brent diperdagangkan sekitar 0,5% lebih tinggi dari penutupan Jumat lalu dan WTI sekitar 1,2% lebih tinggi.
Delapan negara OPEC+ kemungkinan akan kembali menaikkan produksi minyak untuk bulan Agustus pada pertemuan hari Sabtu dalam upaya mereka untuk meningkatkan pangsa pasar. Pertemuan tersebut dimajukan sehari menjadi hari Sabtu.
"Jika kelompok tersebut memutuskan untuk meningkatkan produksinya sebesar 411.000 barel per hari (bpd) pada bulan Agustus, seperti yang diharapkan, untuk bulan keempat berturut-turut, estimasi neraca minyak untuk paruh kedua tahun ini akan dinilai ulang dan akan menunjukkan percepatan peningkatan cadangan minyak global," kata analis PVM Tamas Varga.
Harga minyak mentah juga tertekan oleh laporan di situs berita AS Axios, yang mengatakan bahwa Amerika Serikat berencana untuk melanjutkan perundingan nuklir dengan Iran minggu depan, sementara menteri luar negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Teheran tetap berkomitmen pada Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa ia akan bertemu dengan perwakilan Iran "jika perlu" bahkan ketika AS memberlakukan sanksi baru yang menargetkan perdagangan minyak Iran. Sementara itu, ketidakpastian atas kebijakan tarif AS kembali menjadi sorotan saat berakhirnya jeda 90 hari pada pungutan yang lebih tinggi semakin dekat.
Washington akan mulai mengirim surat ke negara-negara pada hari Jumat, yang menyebutkan tarif yang akan mereka hadapi atas barang-barang yang dikirim ke Amerika Serikat, sebuah perubahan yang jelas dari janji-janji sebelumnya untuk mencapai sejumlah kesepakatan perdagangan individual.
"Pasar minyak mungkin akan berubah arah minggu depan setelah kita mendapatkan hasil pertemuan OPEC+ pada akhir pekan dan karena batas waktu tarif Trump akan jatuh tempo minggu depan," kata kepala komoditas Investec, Callum Macpherson.
Secara terpisah, Barclays mengatakan telah menaikkan perkiraan harga minyak Brent sebesar $6 menjadi $72 per barel untuk tahun 2025 dan sebesar $10 menjadi $70 per barel untuk tahun 2026 karena prospek permintaan yang membaik.(alg)
Sumber: Reuters
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...