Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga Minyak Naik 2% Usai Iran Bentrok Dengan Pengawas PBB
Thursday, 3 July 2025 01:42 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oil

Harga minyak berjangka naik lebih dari 2% pada hari Rabu (02/7) karena Iran menangguhkan kerja sama dengan pengawas nuklir PBB dan AS dan Vietnam mencapai kesepakatan perdagangan, tetapi peningkatan pasokan minyak mentah AS yang mengejutkan agak membatasi kenaikan harga.

Minyak mentah Brent naik $1,47, atau 2,2%, menjadi $68,58 per barel pada pukul 1:12 siang EDT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik $1,46, atau 2,2%, menjadi $66,91 per barel.

Brent telah diperdagangkan antara tertinggi $69,05 per barel dan terendah $66,34 sejak 25 Juni, karena kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah telah mereda menyusul gencatan senjata antara Iran dan Israel.

Iran memberlakukan undang-undang yang menetapkan bahwa setiap inspeksi di masa mendatang terhadap situs nuklirnya oleh Badan Tenaga Atom Internasional harus disetujui oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Teheran. Negara itu menuduh badan tersebut berpihak pada negara-negara Barat dan memberikan pembenaran atas serangan udara Israel.

"Pasar memperhitungkan sejumlah premi risiko geopolitik dari langkah Iran terhadap IAEA," kata Giovanni Staunovo, analis komoditas di UBS. "Namun ini tentang sentimen, tidak ada gangguan terhadap minyak."

Harga juga naik setelah Presiden Donald Trump dan media pemerintah Vietnam mengatakan AS dan Vietnam mencapai kesepakatan perdagangan yang menetapkan tarif 20% pada banyak ekspor negara Asia Tenggara itu setelah negosiasi menit-menit terakhir.

Sebelumnya dalam sesi tersebut harga memangkas kenaikan setelah Badan Informasi Energi AS mengatakan persediaan minyak mentah domestik naik 3,8 juta barel menjadi 419 juta barel minggu lalu. Analis dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan penurunan 1,8 juta barel. Permintaan bensin turun menjadi 8,6 juta barel per hari, yang memicu kekhawatiran tentang konsumsi di puncak musim mengemudi di musim panas.

"Selama musim panas, 9 juta (bph) pada dasarnya adalah batas yang tidak dapat diubah untuk mendefinisikan pasar yang sehat," kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho. "Saat ini, angkanya jauh di bawah angka tersebut. Itu bukan pertanda baik."

Sementara itu, peningkatan pasokan yang direncanakan oleh OPEC+, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, tampaknya sudah diperhitungkan dan tidak mungkin mengejutkan pasar lagi dalam waktu dekat, kata Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di pialang Phillip Nova.

Empat sumber OPEC+ mengatakan kepada Reuters minggu lalu bahwa kelompok tersebut berencana untuk meningkatkan produksi sebesar 411.000 bph bulan depan saat bertemu pada tanggal 6 Juli, jumlah yang sama dengan kenaikan yang disepakati untuk bulan Mei, Juni dan Juli. Arab Saudi menaikkan pengiriman pada bulan Juni sebesar 450.000 barel per hari dari bulan Mei, menurut data dari Kpler, peningkatan terbesarnya dalam lebih dari setahun. Namun, ekspor OPEC+ secara keseluruhan relatif datar hingga sedikit turun sejak Maret, kata Staunovo. Ia memperkirakan tren ini akan berlanjut selama musim panas karena cuaca panas mendorong permintaan energi yang lebih tinggi.

Rilis laporan ketenagakerjaan bulanan utama AS pada hari Kamis akan membentuk ekspektasi seputar kedalaman dan waktu pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve pada paruh kedua tahun ini, kata Tony Sycamore, seorang analis di IG.

Suku bunga yang lebih rendah dapat memacu aktivitas ekonomi, yang pada gilirannya akan meningkatkan permintaan minyak.(alg)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS