Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Tertekan, Fokus Pasar Tertuju ke OPEC+
Tuesday, 1 July 2025 07:34 WIB | OIL |Minyak WTIMinyak jenis Brent

Harga minyak bertahan dalam tekanan dan diperdagangkan mendekati level terendah sejak awal Juni, dengan fokus pasar tertuju pada keputusan OPEC+ terkait potensi kenaikan produksi pada pertemuan hari Minggu mendatang. West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati $65 per barel setelah turun 0,6% pada hari Senin, sementara Brent untuk kontrak September ditutup di bawah $67. Menurut survei Bloomberg, OPEC dan sekutunya diperkirakan akan menyetujui peningkatan pasokan keempat secara bulanan, seiring upaya Arab Saudi untuk merebut kembali pangsa pasar global.

Dalam tiga bulan terakhir, harga minyak mengalami penurunan sekitar 9%, mencerminkan tingginya volatilitas. Harga sempat anjlok tajam pada bulan April usai pengumuman tarif impor oleh Presiden Donald Trump, lalu melonjak pada bulan Juni setelah serangan Israel ke Iran, sebelum kembali tertekan saat ketegangan mereda. Dengan meredanya gejolak geopolitik, perhatian pasar kini kembali tertuju pada faktor fundamental seperti keseimbangan pasokan dan permintaan, serta kebijakan produksi OPEC+.

Selain itu, pasar juga mencermati perkembangan negosiasi dagang Amerika Serikat menjelang diberlakukannya kembali tarif impor pada 9 Juli untuk sejumlah mitra dagang utama. Setelah libur nasional AS pada 4 Juli, pembicaraan perdagangan masih berlangsung namun menghadapi kendala dengan beberapa negara seperti Jepang.

Sementara Presiden Trump bahkan mengancam akan mengenakan tarif tambahan terhadap Jepang, dengan alasan ketidaksediaan negara tersebut menerima impor beras asal AS. Ketidakpastian ini menambah tekanan sentimen pasar terhadap aset energi.(yds)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS