
Harga minyak bergerak naik untuk hari ketiga pada hari Jumat(27/6) dengan para pedagang melihat permintaan musim panas yang solid di tengah turunnya persediaan AS bahkan saat pasokan meningkat.
Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus terakhir terlihat naik US$0,55 menjadi US$65,79 per barel, sementara minyak mentah Brent Agustus naik US$0,52 menjadi US$68,25.
Kenaikan ini terjadi saat pasar mulai tenang setelah berakhirnya perang 12 hari antara Israel dan Iran yang meruntuhkan premi risiko untuk komoditas tersebut, menyebabkan harga turun 14% dari level tertinggi lima bulan dan mengembalikan minyak ke kisaran sempit yang telah dipertahankannya selama sebagian besar dari dua bulan terakhir.
Namun, laporan persediaan hari Rabu dari Badan Informasi Energi yang menunjukkan persediaan minyak AS turun jauh lebih besar dari yang diharapkan sebesar 5,9 juta barel memberi pasar keyakinan bahwa permintaan musim panas tetap solid.
"Statistik minyak mingguan pada stok minyak AS sangat optimis karena semua kategori utama mencatat penurunan signifikan: minyak mentah 5,9 juta barel, bensin 2,1 juta barel, sulingan 4,1 juta barel sehingga persediaan komersial 4,2 juta barel lebih rendah dari minggu sebelumnya. Permintaan tersirat bertahan dengan mantap di atas 20 juta barel per hari karena penyuling memasok 9,7 juta barel per hari bensin minggu lalu, tertinggi sejak Desember 2021," catat PVM Oil Associates.
Penurunan stok AS terjadi meskipun pasokan meningkat ke pasar yang diharapkan dapat membalikkan penurunan persediaan. OPEC+ akan bertemu pada 6 Juli dan kemungkinan akan menyetujui peningkatan pasokan bulanan kelima sebesar 411.000 barel per hari karena kelompok tersebut terus menjauh dari mendukung harga dan berupaya meraih pangsa pasar di tengah meningkatnya produksi dari produsen Amerika Utara dan Selatan. (zif)
Sumber: MT Newswires
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...