Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga Minyak Melonjak Di Tengah Tekanan Trump & Penurunan Stok
Thursday, 26 June 2025 07:07 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oil

Minyak naik tipis karena Presiden Donald Trump mengatakan kampanye tekanan maksimumnya terhadap minyak Iran akan terus berlanjut, sementara laporan pemerintah menunjukkan penurunan besar lainnya dalam stok minyak mentah Amerika.

Harga minyak berjangka West Texas Intermediate naik di atas $65 per barel setelah naik 0,9% pada sesi sebelumnya. Brent ditutup mendekati $68. Trump mengatakan dia "tidak menyerah" pada strategi yang menargetkan petrodolar Teheran, setelah komentarnya yang tampaknya merusak rencana tersebut. Presiden juga menandai pembicaraan dengan Iran minggu depan.

Minyak mencapai penurunan dua hari terbesar sejak 2022 pada awal minggu setelah Israel dan Iran menyetujui gencatan senjata, meredakan kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Trump mengatakan konflik secara efektif "berakhir" setelah pemboman AS terhadap situs nuklir Iran.

Sementara itu, data pemerintah AS menunjukkan persediaan minyak mentah turun selama lima minggu berturut-turut, menyusut sebesar 5,84 juta barel ke level terendah musiman dalam 11 tahun. Persediaan di pusat penyimpanan di Cushing, Oklahoma, juga menurun, merosot selama tiga minggu ke level terendah sejak Februari.

Pasar sekarang kemungkinan akan mengalihkan perhatiannya ke pertemuan OPEC+ mendatang pada 6 Juli yang akan memutuskan kebijakan produksi untuk bulan Agustus. Rusia terbuka untuk kenaikan produksi lagi jika aliansi menganggap peningkatan itu perlu, menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut.(alg)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS