Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Naik Akibat Short-Covering, Pembicaraan Nuklir
Saturday, 24 May 2025 02:41 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oil

Harga minyak naik pada hari Jumat (13/5) karena pembeli AS menutup posisi menjelang akhir pekan Memorial Day selama tiga hari di tengah kekhawatiran atas putaran terakhir pembicaraan nuklir antara negosiator Amerika dan Iran.

Minyak mentah Brent berjangka ditutup pada $64,78 per barel, naik 34 sen, atau 0,54%. Minyak mentah West Texas Intermediate AS berakhir pada $61,53, naik 33 sen, atau 0,54%.

"Saya pikir ada beberapa short-covering menjelang akhir pekan ini," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

Akhir pekan Memorial Day menandai dimulainya musim berkendara musim panas AS, periode permintaan tertinggi untuk bahan bakar motor.

Negosiator AS dan Iran bertemu di Roma pada hari Jumat dalam putaran pembicaraan lain yang bertujuan untuk membatasi program nuklir Republik Islam tersebut. Para pedagang khawatir pasokan minyak mentah dapat terganggu jika pembicaraan gagal mencapai kesepakatan, kata Flynn.

"Pembicaraan tidak terlihat bagus," katanya. "Jika ini adalah pembicaraan terakhir dan tidak ada kesepakatan, itu bisa memberi lampu hijau bagi Israel untuk menyerang Iran." Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa ia merekomendasikan tarif langsung 50% untuk barang-barang dari UE mulai 1 Juni, dengan mengatakan blok tersebut sulit untuk ditangani dalam perdagangan.

"Pasar minyak telah berada di bawah tekanan dari dua hal," kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates. "Kami menunggu dampak tarif pada permintaan minyak dan OPEC+ diperkirakan akan meningkatkan pasokan lagi musim panas ini." OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu yang dipimpin oleh Rusia mengadakan pertemuan minggu depan yang diharapkan menghasilkan peningkatan produksi lagi sebesar 411.000 barel per hari (bph) untuk bulan Juli. Reuters melaporkan bulan ini bahwa kelompok tersebut dapat mengakhiri sisa dari pemotongan produksi sukarela sebesar 2,2 juta bph pada akhir Oktober, setelah menaikkan target produksi sekitar 1 juta bph untuk bulan April, Mei, dan Juni.(alg)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS