
Harga minyak turun pada hari Rabu (21/5), setelah menteri luar negeri Oman mengatakan putaran baru perundingan nuklir antara Iran dan AS akan berlangsung akhir minggu ini.
Harga minyak naik pada awal sesi perdagangan setelah laporan CNN pada hari Selasa yang menyebutkan bahwa intelijen AS menunjukkan Israel sedang bersiap untuk menyerang fasilitas nuklir Iran. CNN mengutip beberapa pejabat AS dan menambahkan bahwa belum jelas apakah para pemimpin Israel telah membuat keputusan akhir.
Harga minyak berjangka Brent turun 47 sen, atau 0,7%, menjadi $64,91 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 46 sen, atau 0,7%, menjadi $61,57.
Iran adalah produsen minyak terbesar ketiga di antara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan serangan Israel dapat mengganggu aliran minyak dari negara tersebut. "Sekarang kami akan melakukan putaran perundingan perdamaian lagi untuk mengimbangi premi yang kami berikan," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.
Namun, ada kekhawatiran Iran dapat membalas dengan memblokir aliran kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz, yang dilalui Arab Saudi, Kuwait, Irak, dan Uni Emirat Arab untuk mengekspor minyak mentah dan bahan bakar.
"Jika ketegangan meningkat, kami mungkin akan melihat pergeseran perdagangan sementara atau penurunan pasokan sekitar 500.000 barel per hari - sesuatu yang dapat diimbangi OPEC+ dengan cukup cepat," kata analis Rystad Energy, Priya Walia.
AS dan Iran telah mengadakan beberapa putaran perundingan tahun ini mengenai program nuklir Iran sementara Presiden AS Donald Trump telah menghidupkan kembali kampanye sanksi yang lebih kuat terhadap ekspor minyak mentah Iran.
Sementara itu, produksi minyak Kazakhstan telah meningkat sebesar 2% pada bulan Mei, kata sumber industri pada hari Selasa, menentang tekanan OPEC+ untuk mengurangi produksi.
Harga minyak juga turun pada hari Rabu setelah data pemerintah AS yang mengecewakan mengenai persediaan minyak mentah, bensin, dan sulingan dalam negeri, yang semuanya mencatat peningkatan yang mengejutkan minggu lalu.
Persediaan minyak mentah naik sebesar 1,3 juta barel, sementara stok bensin naik sekitar 800.000 barel dan stok sulingan bertambah sekitar 600.000 barel, menurut data dari Badan Informasi Energi.(alg)
Sumber: Reuters
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...