Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Mentah WTI berkonsolidasi setelah penurunan tajam
Friday, 16 May 2025 01:27 WIB | OIL |WTI

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tetap tertekan pada hari Kamis, diperdagangkan mendekati $61,20 selama sesi Amerika setelah turun untuk hari kedua berturut-turut. Komoditas tersebut sempat turun lebih dari 3% di awal hari sebelum menemukan support jangka pendek di level psikologis $60,00.

Penurunan terbaru didorong oleh kombinasi fundamental sisi penawaran yang bearish dan penolakan teknis di dekat resistensi utama. Optimisme baru seputar potensi perjanjian nuklir AS-Iran telah menghidupkan kembali ekspektasi peningkatan minyak Iran yang menghantam pasar global, jika sanksi dilonggarkan. Hal ini telah memicu kekhawatiran baru atas lingkungan kelebihan pasokan, yang menekan harga minyak mentah.

Selain itu, data inventaris terbaru telah memicu tekanan penurunan. Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan peningkatan tak terduga sebesar 3,5 juta barel dalam persediaan Minyak Mentah minggu lalu, sangat kontras dengan perkiraan pasar tentang penarikan 1,1 juta barel. Nada bearish diperkuat oleh American Petroleum Institute (API), yang mencatat peningkatan persediaan lebih lanjut sebesar 4,3 juta barel.

Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) merevisi perkiraannya untuk tahun 2025, memangkas proyeksi pertumbuhan pasokan dari AS dan produsen non-OPEC+ lainnya menjadi 800.000 barel per hari, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 900.000 barel per hari. Namun, komitmen kelompok tersebut untuk meningkatkan produksi secara bertahap tetap menjadi sinyal bearish bagi harga minyak.

Dari sudut pandang teknis, penurunan intraday menemukan support pada level psikologis $60,00, yang memicu sedikit kenaikan. Namun, kenaikan tampaknya terbatas, dengan aksi harga sekarang berjuang mendekati Exponential Moving Average (EMA) 21 hari, yang saat ini berada di $61,24. Level dinamis ini telah berubah menjadi resistensi jangka pendek setelah ditembus pada awal minggu.

Dari perspektif yang lebih luas, WTI tetap berada dalam kisaran antara level kunci $55,50 dan $64,00. Kegagalan baru-baru ini untuk menembus $64,00, resistensi horizontal yang selaras dengan swing high sebelumnya telah membuat bulls dalam posisi defensif, terutama saat momentum teknis mulai memudar. Di sisi negatifnya, support langsung berada di $60,00, diikuti oleh level terendah minggu sebelumnya di dekat $55,50. Penembusan di bawah zona ini kemungkinan akan mengonfirmasi kelanjutan bearish dan mengekspos kerugian lebih lanjut menuju level $52,00.(Cay0

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS