
Minyak turun untuk hari kedua menyusul laporan Iran bersedia melepaskan senjata nuklir dalam kesepakatan dengan AS sebagai imbalan atas keringanan sanksi. West Texas Intermediate merosot ke $62 per barel, setelah turun 0,8% pada hari Rabu, ketika Brent ditutup mendekati $66. Iran siap menandatangani perjanjian dengan persyaratan tertentu, NBC melaporkan, mengutip Ali Shamkhani, penasihat utama pemimpin tertinggi negara OPEC tersebut.
Minyak mentah turun pada hari Rabu setelah data pemerintah menunjukkan persediaan AS naik paling tinggi sejak Maret, mengakhiri reli empat hari yang telah membuatnya naik hampir 10%. Kenaikan tersebut didorong oleh gencatan senjata perdagangan antara Tiongkok dan AS dan retorika Presiden Donald Trump yang semakin bermusuhan terhadap pasokan Iran. Minyak masih turun sekitar 13% tahun ini, dan produsen AS mengatakan mereka memperkirakan sedikit perubahan harga sebelum akhir tahun.
Peningkatan aliran dari Iran akan menambah potensi kelebihan pasokan akhir tahun ini setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya bulan lalu mulai memulihkan pasokan yang menganggur sejak 2022. Kelompok tersebut hanya menambahkan 25.000 barel per hari pada bulan April, sebagian kecil dari yang dijadwalkan 138.000 barel per hari, menurut laporan bulanan yang dirilis Rabu. Aliansi akan mempertimbangkan peningkatan produksi lainnya pada pertemuan 1 Juni. Badan Energi Internasional, yang memberi nasihat kepada negara-negara konsumen dan menerbitkan prakiraan yang lebih diawasi oleh pedagang minyak daripada OPEC, akan merilis perkiraan terbarunya tentang penawaran dan permintaan pada hari Kamis di Paris.(Newsmaker23)
Sumber: Bloomberg
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga minyak kembali melemah pada Rabu(7/1) setelah pasar mencerna pernyataan Presiden AS Donald Trump soal kesepakatan impor minyak mentah Venezuela ke Amerika Serikat. Sentimen utamanya: pasokan ber...
Harga minyak dunia kembali turun tajam setelah para pedagang mulai mempertimbangkan kemungkinan berakhirnya perang Rusia‘Ukraina. Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati ...
Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...
Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...
Saham Hong Kong sedikit berubah pada perdagangan Jumat pagi, berfluktuasi di sekitar 26.165 setelah dua sesi penurunan, karena pelemahan di sektor properti dan keuangan diimbangi oleh kenaikan di saham teknologi dan konsumen. Para pedagang menilai...
Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE)...
Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat...
Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di...
Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah...