Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga minyak anjlok, bersiap untuk penurunan bulanan terbesar sejak 2021
Wednesday, 30 April 2025 15:38 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak melanjutkan penurunan pada hari Rabu(30/4) dan bersiap untuk penurunan bulanan terbesar dalam hampir tiga setengah tahun karena perang dagang global mengikis prospek permintaan bahan bakar, sementara kekhawatiran atas meningkatnya pasokan juga membebani.

Harga minyak mentah Brent turun $1,13, atau 1,8%, menjadi $63,12 per barel pada pukul 08.13 GMT. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun $1,11, atau 1,8%, menjadi $59,31 per barel.

Sejauh bulan ini, Brent dan WTI telah kehilangan masing-masing 15,4% dan 17%, persentase penurunan terbesar sejak November 2021.

Kedua patokan tersebut merosot setelah pengumuman tarif oleh Presiden AS Donald Trump pada tanggal 2 April atas semua impor AS. Harga minyak kemudian merosot lebih jauh ke posisi terendah dalam empat tahun karena Tiongkok menanggapi dengan mengenakan pungutan, yang memicu perang dagang antara dua negara konsumen minyak teratas.

Tarif Trump telah membuat kemungkinan ekonomi global akan mengalami resesi tahun ini, menurut jajak pendapat Reuters. Aktivitas pabrik Tiongkok mengalami kontraksi pada laju tercepat dalam 16 bulan pada bulan April, survei pabrik menunjukkan pada hari Rabu. Kepercayaan konsumen AS merosot ke posisi terendah hampir lima tahun pada bulan April karena meningkatnya kekhawatiran atas tarif, data menunjukkan pada hari Selasa. Sementara perintah yang ditandatangani Trump pada hari Selasa untuk melunakkan dampak tarif otomotif meredakan beberapa kegelisahan di kalangan investor, harga minyak juga dirusak oleh kekhawatiran atas meningkatnya pasokan dari OPEC+.

Beberapa anggota OPEC+ akan menyarankan peningkatan produksi untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Juni, sumber mengatakan kepada Reuters minggu lalu. Kelompok tersebut akan bertemu pada tanggal 5 Mei untuk membahas rencana produksi. "Kemungkinan yang sangat nyata bahwa OPEC+ akan terus menambah pasokan minyak mentah ke pasar saat berjuang untuk menjaga ketertiban di dalam jajarannya ditambah dengan dorongan diplomatik di Ukraina dan Iran yang jika berhasil berarti lebih banyak minyak mentah internasional di perairan pada saat perang dagang akan menghancurkan harapan pertumbuhan permintaan," kata analis PVM.

Yang juga mengirimkan sinyal bearish pada sisi pasokan, persediaan minyak mentah AS naik sebesar 3,8 juta barel minggu lalu, sumber pasar mengatakan pada hari Selasa mengutip data American Petroleum Institute.

Data pemerintah AS akan dirilis pada pukul 10:30 ET (1430 GMT). Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan, rata-rata, peningkatan 400.000 barel dalam stok minyak mentah AS.(Newsmaker23)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS