
West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan sekitar $63,50 selama sesi Asia pada hari Jumat (18/4). Harga WTI naik ke level tertinggi dua minggu di tengah harapan akan kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa dan sanksi baru AS terhadap Iran. Volume perdagangan kemungkinan akan berkurang pada Jumat Agung.
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni bertemu di Washington, mengisyaratkan harapan untuk menyelesaikan sengketa dagang yang telah menegangkan hubungan AS-Eropa. "Kami tidak akan mengalami banyak masalah dalam membuat kesepakatan dengan Eropa atau siapa pun, karena kami memiliki sesuatu yang diinginkan semua orang," kata Trump kepada wartawan.
Sanksi baru AS untuk mengekang ekspor minyak Iran terus meningkatkan kekhawatiran pasokan dan menaikkan harga WTI. Pernyataan tersebut mencatat bahwa AS terus memberikan sanksi agresif kepada Iran di bawah kebijakan 'tekanan maksimum' era Trump. Selama Iran berupaya menghasilkan pendapatan minyak untuk mendanai kegiatan destabilisasinya, AS akan meminta pertanggungjawaban Iran dan semua penghindar sanksinya.
"AS terus memberikan sanksi agresif kepada Iran dan menjatuhkan sanksi terhadap pembeli minyak Iran. OPEC+ juga telah memberikan informasi terbaru dan jaminan kepada pasar, dengan menyatakan bahwa mereka tetap memegang kendali dengan fleksibilitas untuk memangkas produksi jika diperlukan," kata analis di firma konsultan energi Gelber and Associates.
Mengenai data tersebut, laporan mingguan Badan Informasi Energi (EIA) menunjukkan stok minyak mentah di AS untuk minggu yang berakhir pada 11 April meningkat sebesar 515.000 barel, dibandingkan dengan kenaikan sebesar 2,553 juta barel pada minggu sebelumnya. Konsensus pasar memperkirakan bahwa stok akan meningkat sebesar 400.000 barel.(Newsmaker23)
Sumber: FXstreet
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...