Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga Minyak Naik Tipis Ditengah Pengecualian Tarif AS dan Peningkatan Impor Tiongkok
Monday, 14 April 2025 16:36 WIB | OIL |MinyakOil,Crude Oil

Harga minyak naik tipis pada hari Senin (14/4) setelah pengecualian tarif AS pada beberapa tarif dan data Tiongkok yang menunjukkan peningkatan tajam dalam impor minyak mentah pada bulan Maret, tetapi kenaikan dibatasi oleh kekhawatiran bahwa perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang dapat melemahkan pertumbuhan ekonomi global dan mengurangi permintaan bahan bakar.

Harga minyak mentah Brent naik 8 sen, atau 0,12%, menjadi $64,84 per barel pada pukul 08.22 GMT. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 10 sen, atau 0,16%, menjadi $61,60.

"Berita tentang pengecualian tarif telah membantu mengangkat sentimen di seluruh pasar," kata Harry Tchilinguirian, kepala penelitian global di Onyx Capital Group. "Tetapi masih banyak kelemahan; Anda memiliki risiko kebijakan seputar pendekatan perdagangan yang tidak menentu ini yang terus membebani pasar."

Pada Jumat malam, pemerintahan Presiden AS Donald Trump memberikan pengecualian dari tarif tinggi untuk smartphone, komputer, dan beberapa barang elektronik lainnya yang sebagian besar diimpor dari Tiongkok. Itu adalah yang terbaru dalam serangkaian pengumuman kebijakan yang mengenakan tarif dan kemudian mencabutnya, yang memicu ketidakpastian bagi investor dan bisnis.

Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ia akan mengumumkan tarif untuk semikonduktor impor selama minggu depan.

Impor minyak mentah Tiongkok pada bulan Maret meningkat tajam dari dua bulan sebelumnya dan naik hampir 5% dari tahun sebelumnya, data menunjukkan pada hari Senin, didorong oleh minyak Iran dan peningkatan pengiriman Rusia.

Namun, Brent dan WTI telah kehilangan sekitar $10 per barel sejak awal bulan dan analis telah menurunkan perkiraan harga minyak karena perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia telah meningkat.

Goldman Sachs memperkirakan harga Brent rata-rata $63 dan WTI rata-rata $59 untuk sisa tahun 2025, dengan harga Brent rata-rata $58 dan WTI $55 pada tahun 2026.

Menurut analis yang dipimpin oleh Daan Struyven dalam sebuah catatan, Goldman Sachs memperkirakan permintaan minyak global pada kuartal keempat tahun 2025 hanya naik 300.000 barel per hari (bpd) tahun ke tahun, seraya menambahkan bahwa permintaan yang melambat diperkirakan paling menonjol untuk bahan baku petrokimia. (Arl)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS