
Harga minyak naik tipis pada hari Senin(24/03) karena investor mempertimbangkan dampak sanksi baru AS terhadap ekspor Iran terhadap perundingan gencatan senjata yang bertujuan untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina, yang dapat menyebabkan peningkatan pasokan Rusia ke pasar global.
Harga minyak mentah Brent naik 4 sen menjadi $72,2 per barel pada pukul 07.35 GMT. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 8 sen, atau 0,1%, menjadi $68,36. Harga turun pada awal hari.
Kedua patokan ditutup lebih tinggi pada hari Jumat dan mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut karena sanksi baru AS terhadap Iran dan rencana produksi terbaru dari kelompok produsen OPEC+ meningkatkan ekspektasi pasokan yang lebih ketat. Sentimen pasar terhadap harga minyak telah membaik baru-baru ini, kemungkinan didorong oleh pemulihan teknis dari kondisi oversold sebelumnya, meningkatnya risiko pasokan yang berasal dari sanksi AS terhadap ekspor Iran dan beberapa optimisme bahwa tarif timbal balik AS mungkin tidak separah yang dikhawatirkan, kata ahli strategi pasar IG Yeap Jun Rong. Pengiriman minyak Iran ke Tiongkok akan turun dalam waktu dekat setelah sanksi baru AS terhadap kilang minyak dan tanker milik swasta, yang menaikkan biaya pengiriman, tetapi para pedagang mengatakan mereka mengharapkan pembeli untuk menemukan solusi agar setidaknya sebagian volume tetap mengalir. "Namun, prospek permintaan-penawaran yang lebih luas masih tetap beragam. Pembicaraan gencatan senjata Ukraina-Rusia meningkatkan prospek peningkatan ekspor Rusia pada resolusi akhirnya, sementara kenaikan produksi OPEC+ paling cepat April menunjukkan penambahan pasokan lebih lanjut," tambah Yeap. Delegasi AS akan berupaya mencapai kemajuan menuju gencatan senjata di Laut Hitam dan penghentian kekerasan yang lebih luas dalam perang di Ukraina saat bertemu untuk berunding dengan pejabat Rusia pada hari Senin, setelah berdiskusi dengan diplomat dari Ukraina pada hari Minggu. (Newsmaker23)
Sumber: Investing.com
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...