
Harga minyak diperdagangkan lebih tinggi pada hari Senin(17/03) setelah Amerika Serikat berjanji untuk terus menyerang Houthi Yaman sampai kelompok yang berpihak pada Iran itu mengakhiri serangannya terhadap pengiriman.
Harga minyak berjangka Brent naik 56 sen, atau 0,8%, menjadi $71,14 per barel pada pukul 08.00 GMT, sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS naik 56 sen, juga 0,8%, menjadi $67,74 per barel.
Serangan udara AS, yang menurut kementerian kesehatan yang dipimpin Houthi menewaskan sedikitnya 53 orang, adalah operasi militer AS terbesar di Timur Tengah sejak Presiden Donald Trump menjabat pada bulan Januari.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa kampanye itu mungkin berlangsung selama berminggu-minggu.
Serangan Houthi terhadap pengiriman di Laut Merah telah mengganggu perdagangan global dan memicu kampanye mahal oleh militer AS untuk mencegat rudal dan pesawat tak berawak. Harga minyak naik tipis minggu lalu, mengakhiri penurunan tiga minggu berturut-turut yang dipicu oleh kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global yang didorong oleh meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan negara-negara lain.
Kedua patokan tersebut memangkas beberapa kenaikan setelah naik lebih dari 1% pada perdagangan awal Asia karena Tiongkok melaporkan awal tahun yang beragam. Produksi industri melambat pada Januari-Februari, sementara pertumbuhan penjualan eceran sedikit meningkat, data pemerintah menunjukkan pada hari Senin.
Dewan negara, atau kabinet, meluncurkan apa yang disebutnya "rencana aksi khusus" pada hari Minggu dalam upaya untuk meningkatkan konsumsi domestik dan pemulihan ekonomi di tengah lonjakan tarif perdagangan AS terhadap Tiongkok, di antara mitra dagang utama.
Upaya tersebut mengancam akan mengganggu tatanan perdagangan global.
"Dengan demikian, pasar minyak berada dalam keseimbangan antara efek negatif tarif Trump versus efek positif dari tindakan stimulus Tiongkok," kata Bjarne Schieldrop, kepala analis komoditas di SEB Research. (Newsmaker23)
Sumber: Investing.com
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...