Monday, 02 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Naik Karena AS Berjanji Untuk Terus Menyerang Houthi
Monday, 17 March 2025 15:31 WIB | OIL |brent oilOil,

Harga minyak diperdagangkan lebih tinggi pada hari Senin(17/03) setelah Amerika Serikat berjanji untuk terus menyerang Houthi Yaman sampai kelompok yang berpihak pada Iran itu mengakhiri serangannya terhadap pengiriman.

Harga minyak berjangka Brent naik 56 sen, atau 0,8%, menjadi $71,14 per barel pada pukul 08.00 GMT, sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS naik 56 sen, juga 0,8%, menjadi $67,74 per barel.

Serangan udara AS, yang menurut kementerian kesehatan yang dipimpin Houthi menewaskan sedikitnya 53 orang, adalah operasi militer AS terbesar di Timur Tengah sejak Presiden Donald Trump menjabat pada bulan Januari.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa kampanye itu mungkin berlangsung selama berminggu-minggu.

Serangan Houthi terhadap pengiriman di Laut Merah telah mengganggu perdagangan global dan memicu kampanye mahal oleh militer AS untuk mencegat rudal dan pesawat tak berawak. Harga minyak naik tipis minggu lalu, mengakhiri penurunan tiga minggu berturut-turut yang dipicu oleh kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global yang didorong oleh meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan negara-negara lain.

Kedua patokan tersebut memangkas beberapa kenaikan setelah naik lebih dari 1% pada perdagangan awal Asia karena Tiongkok melaporkan awal tahun yang beragam. Produksi industri melambat pada Januari-Februari, sementara pertumbuhan penjualan eceran sedikit meningkat, data pemerintah menunjukkan pada hari Senin.

Dewan negara, atau kabinet, meluncurkan apa yang disebutnya "rencana aksi khusus" pada hari Minggu dalam upaya untuk meningkatkan konsumsi domestik dan pemulihan ekonomi di tengah lonjakan tarif perdagangan AS terhadap Tiongkok, di antara mitra dagang utama.

Upaya tersebut mengancam akan mengganggu tatanan perdagangan global.

"Dengan demikian, pasar minyak berada dalam keseimbangan antara efek negatif tarif Trump versus efek positif dari tindakan stimulus Tiongkok," kata Bjarne Schieldrop, kepala analis komoditas di SEB Research. (Newsmaker23)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS