
Harga minyak mentah Brent naik pada hari Selasa, menambah keuntungan pada sesi sebelumnya setelah serangan pesawat nirawak di stasiun pemompaan pipa minyak di Rusia mengurangi aliran dari Kazakhstan, tetapi kenaikan dibatasi oleh prospek peningkatan pasokan segera.
Harga minyak mentah Brent naik 15 sen, atau 0,2%, menjadi $75,37 per barel pada pukul 04.54 GMT.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 67 sen dari penutupan hari Jumat di $71,41 per barel. Tidak ada penyelesaian untuk WTI pada hari Senin karena hari libur Hari Presiden AS.
"Tema utama yang mendorong harga minyak akhir-akhir ini adalah seputar ekspektasi pasokan. Dengan melemahnya harga selama beberapa minggu terakhir, berita tentang serangan pesawat nirawak di pipa ekspor Kazakhstan di Rusia telah memberikan katalis bagi beberapa sentimen bearish untuk mereda," kata ahli strategi pasar IG Yeap Jun Rong dalam sebuah email.
Serangan pesawat nirawak di stasiun Kropotkinskaya di wilayah Krasnodar selatan Rusia mengurangi pengiriman dari Kazakhstan ke pasar dunia oleh perusahaan-perusahaan Barat termasuk Chevron (NYSE:CVX) dan Exxon Mobil (NYSE:XOM), operator Caspian Pipeline Consortium mengatakan pada hari Senin.
Rencana pemuatan minyak Black Sea CPC Blend untuk bulan Februari tidak akan berubah, dua sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan kepada Reuters.
Produsen OPEC+ tidak mempertimbangkan untuk menunda serangkaian peningkatan pasokan minyak bulanan yang dijadwalkan akan dimulai pada bulan April, menurut laporan media pemerintah Rusia.
Pada bulan Desember, OPEC telah menunda rencana untuk mulai meningkatkan produksi hingga April, karena permintaan yang lemah dan meningkatnya pasokan di luar grup.
Pasar juga menunggu untuk melihat apakah pembicaraan damai Rusia-Ukraina akan membuahkan hasil, karena pejabat AS dan Rusia bertemu untuk berunding di Arab Saudi pada hari Selasa nanti.
"Tampaknya ada banyak hal yang bisa membuat pasar minyak mentah menjadi pesimis, faktor terbesarnya sekarang adalah hasil negosiasi Ukraina. Minyak Rusia mungkin sebagian akan kembali ke pasar yang sah, meskipun tentu saja ada banyak perubahan mengenai hasil akhirnya," kata analis Sparta Commodities, Neil Crosby.(Cay)
Sumber: Investing.com
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...