
Harga minyak anjlok 1% pada hari Rabu(12/2), mengakhiri kenaikan selama tiga hari, karena sumber industri menunjuk pada peningkatan stok minyak mentah AS dan pernyataan agresif dari Ketua Fed Jerome Powell yang mengisyaratkan penurunan suku bunga yang lebih lambat tahun ini.
Harga minyak berjangka Brent turun 67 sen atau 0,87% pada $76,33 per barel pada pukul 09.36 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 75 sen atau 1,02% menjadi $72,57 per barel.
Penurunan terjadi setelah tiga hari kenaikan di mana Brent naik 3,6% dan WTI naik 3,7%.
"Harga minyak melanjutkan tren penurunannya karena lingkungan makro membebani sentimen, dengan Jerome Powell mengindikasikan bahwa Fed AS tidak terburu-buru menurunkan suku bunga," kata Harry Tchilinguirian, kepala penelitian di Onyx Capital Group.
"Pada saat yang sama, para pedagang mengamati rilis data minyak mingguan EIA AS sore ini, untuk melihat apakah peningkatan stok minyak mentah sebesar 9 juta barel yang dilaporkan oleh API kemarin terwujud dalam data resmi."
Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan pada hari Selasa bahwa ekonomi dalam kondisi baik dan Fed tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga lebih lanjut, tetapi siap melakukannya jika inflasi turun atau pasar kerja melemah.
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya pinjaman, yang dapat memperlambat aktivitas ekonomi dan mengurangi permintaan minyak.
"Kami melihat kenaikan harga yang substansial dalam beberapa hari terakhir. Jadi mungkin (ada) beberapa aksi ambil untung setelah peningkatan minyak mentah dalam jumlah besar yang dilaporkan oleh API, tetapi itu mungkin dipengaruhi oleh cuaca yang tidak menguntungkan yang memengaruhi ekspor minyak mentah serta pemeliharaan kilang," kata analis UBS Giovanni Staunovo. (Newsmaker23)
Sumber: Investing.com
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...