
Harga minyak naik pada hari Senin(10/2), bangkit setelah tiga penurunan mingguan berturut-turut meskipun Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru untuk semua impor baja dan aluminium.
Pada pukul 08:10 ET (13:10 GMT), Minyak Mentah Berjangka Brent naik 1,4% menjadi $75,69 per barel, sementara Minyak Mentah Berjangka WTI yang berakhir pada bulan Maret naik 1,5% menjadi $72,05 per barel.
Kedua kontrak turun hampir 2% minggu lalu setelah lonjakan tajam dalam persediaan minyak mentah AS, kekhawatiran tentang perang dagang global, dan janji Donald Trump untuk meningkatkan produksi.
Trump mengisyaratkan pungutan atas impor baja dan aluminium
Pengenaan tarif 10% atas impor Tiongkok oleh AS telah menyebabkan tindakan balasan dari Tiongkok, termasuk tarif atas minyak AS, gas alam cair (LNG), dan batu bara.
Selain tarif atas barang-barang China, AS telah mengenakan tarif sebesar 25% atas semua impor baja dan aluminium, kata Trump pada hari Minggu.
Logam-logam ini penting untuk membangun jaringan pipa, tangki penyimpanan, dan infrastruktur lain yang penting bagi industri minyak. Meningkatnya biaya untuk bahan-bahan ini dapat menyebabkan biaya yang lebih tinggi bagi perusahaan-perusahaan energi, yang berpotensi memperlambat proyek-proyek infrastruktur dan memengaruhi keseluruhan rantai pasokan.
Perselisihan perdagangan yang sedang berlangsung dan penerapan tarif berkontribusi pada lingkungan yang kompleks bagi pasar minyak global, dengan potensi dampak bagi dinamika penawaran dan permintaan.
Ketidakpastian yang dihasilkan dan potensi pengetatan pasokan global berkontribusi pada kenaikan harga minyak saat ini.
Penerapan tarif telah meningkatkan ketakutan inflasi, karena biaya impor yang lebih tinggi dapat menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa. Investor sering kali melihat komoditas seperti minyak mentah sebagai lindung nilai terhadap inflasi, yang menyebabkan peningkatan permintaan dan harga yang lebih tinggi. (Newsmaker23)
Sumber: Investing.com
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...