Sunday, 25 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
WTI Turun Para Pedagang Menunggu Kejelasan Kebijakan Perdagangan AS
Thursday, 30 January 2025 15:49 WIB | OIL |Minyak WTI

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terus menurun untuk sesi kedua berturut-turut, diperdagangkan sekitar $72,20 per barel selama jam-jam awal Eropa pada hari Kamis (30/1). Investor tetap berhati-hati karena ketidakpastian membayangi kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS), menyusul pernyataan yang saling bertentangan dari Gedung Putih mengenai tarif yang diusulkan Presiden Donald Trump pada Kanada dan Meksiko”dua pemasok minyak mentah utama ke Amerika Serikat.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa Trump tetap berkomitmen untuk menerapkan tarif pada Kanada dan Meksiko seperti yang direncanakan pada hari Sabtu. Pada hari Rabu, calon menteri perdagangan Trump, Howard Lutnick, menyarankan bahwa Kanada dan Meksiko dapat menghindari tarif jika mereka segera memperketat kontrol perbatasan pada fentanil dan mengekang kemajuan China dalam kecerdasan buatan. Lutnick menganjurkan tarif yang luas dan menyeluruh yang menargetkan negara-negara daripada produk-produk tertentu, yang memperkuat sikap yang lebih agresif terhadap China.

Harga minyak mentah juga tetap tertekan setelah Badan Informasi Energi (EIA) melaporkan peningkatan stok AS sebesar 3,463 juta barel untuk minggu yang berakhir pada tanggal 24 Januari. Ini menandai peningkatan stok pertama setelah sembilan minggu berturut-turut mengalami penurunan, yang sejalan dengan ekspektasi analis akan kenaikan sebesar 3,19 juta barel. Badai musim dingin baru-baru ini di seluruh AS telah semakin melemahkan permintaan minyak.

Di sisi pasokan, ekspor minyak mentah Rusia dari pelabuhan barat diperkirakan akan turun sebesar 8% pada bulan Februari dibandingkan dengan bulan Januari, karena Moskow meningkatkan operasi penyulingan. Penurunan ini terjadi di tengah sanksi baru AS, yang telah memperketat pembatasan ekspor minyak mentah Rusia.

Sementara itu, harga minyak dapat menghadapi hambatan tambahan karena pendekatan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) yang hati-hati. Seperti yang diantisipasi secara luas, Fed mempertahankan suku bunga acuannya pada 4,25%-4,50% selama pertemuannya di bulan Januari. Biaya pinjaman yang tinggi biasanya membebani aktivitas ekonomi, yang selanjutnya mengurangi permintaan minyak.(AL)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif...
Thursday, 22 January 2026 14:39 WIB

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...

Gangguan Pasokan dan Tarif AS Angkat Harga Minyak...
Wednesday, 21 January 2026 08:49 WIB

Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...

Venezuela Ditekan AS, Harga Minyak Dunia Berfluktuasi...
Thursday, 8 January 2026 16:37 WIB

Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...

AS Mau Pegang Keran Minyak Venezuela?...
Thursday, 8 January 2026 07:11 WIB

Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...

Harga Brent Anjlok di Tengah Komentar Trump tentang Kesepakatan Ekspor Minyak AS-Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 04:38 WIB

Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS