
West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan sekitar $76,15 pada hari Selasa (21/1). Harga WTI menarik beberapa penjual karena para pedagang menunggu serangkaian perintah eksekutif dari Presiden AS Donald Trump setelah pelantikannya.
Trump mengumumkan pada hari Senin bahwa ia akan segera mengumumkan keadaan darurat energi nasional, berjanji untuk mengisi cadangan strategis dan menggunakan wewenang tersebut untuk segera menyetujui proyek minyak, gas, dan listrik baru yang biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan izin.
Pemerintahan Trump akan mendorong lebih banyak produksi minyak dan gas serta konsumsi di Amerika Serikat, yang mungkin menyeret harga WTI lebih rendah. "Krisis inflasi (di AS) disebabkan oleh pengeluaran berlebihan yang besar dan meningkatnya harga energi, dan itulah sebabnya hari ini saya juga akan mengumumkan keadaan darurat energi nasional. Kami akan mengebor, sayang, mengebor. Amerika akan menjadi negara manufaktur sekali lagi," kata Trump.
Kenaikan harga WTI mungkin dibatasi di tengah meredanya ketegangan di Timur Tengah. Pada hari Minggu, Hamas dan Israel bertukar sandera dan tahanan, menandai dimulainya gencatan senjata setelah 15 bulan konflik.
Di sisi lain, data ekonomi Tiongkok yang menggembirakan dapat mendukung emas hitam, karena Tiongkok adalah importir minyak mentah terbesar di dunia. Ekonomi Tiongkok tumbuh 5,4% YoY pada kuartal keempat (Q4) tahun 2024, dibandingkan dengan ekspansi 4,6% pada Q3. Angka ini lebih kuat dari 5% yang diharapkan dengan margin yang lebar. (AL)
Sumber: FXstreet
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...