
Harga minyak turun lebih dari 1% pada hari Rabu (8/1) karena dolar yang lebih kuat dan peningkatan besar dalam persediaan bahan bakar AS minggu lalu menekan harga, membalikkan kenaikan sebelumnya yang didorong oleh pengetatan pasokan dari Rusia dan anggota OPEC lainnya.
Minyak mentah Brent ditutup turun 89 sen, atau 1,16%, menjadi $76,23 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 93 sen, atau 1,25%, menjadi $73,32.
Kedua patokan tersebut telah naik lebih dari 1% di awal sesi.
Stok bensin naik 6,3 juta barel minggu lalu menjadi 237,7 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk peningkatan 1,5 juta barel, menurut data yang dirilis pada hari Rabu dari Badan Informasi Energi AS.
Stok minyak sulingan naik 6,1 juta barel dalam seminggu menjadi 128,9 juta barel, dibandingkan ekspektasi kenaikan 600.000 barel. Persediaan minyak mentah turun 959.000 barel menjadi 414,6 juta barel dalam seminggu, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penarikan 184.000 barel.
Dolar yang lebih kuat juga menekan harga dengan membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Membatasi kerugian, produksi minyak dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak turun pada bulan Desember setelah dua bulan peningkatan karena pemeliharaan ladang di Uni Emirat Arab mengimbangi kenaikan produksi Nigeria dan keuntungan di tempat lain dalam kelompok tersebut.
Di Rusia, produksi minyak rata-rata 8,971 juta barel per hari pada bulan Desember, di bawah target negara itu, Bloomberg melaporkan, mengutip kementerian energi. Analis memperkirakan harga minyak turun rata-rata tahun ini mulai 2024 sebagian karena peningkatan produksi dari negara-negara non-OPEC. (Arl)
Sumber: Reuters
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...