
Harga minyak stabil di sesi pertama tahun baru ini karena laporan industri mengisyaratkan stok minyak mentah AS terus menyusut.
Brent diperdagangkan di bawah $75 per barel setelah kehilangan kenaikan sebelumnya, dan West Texas Intermediate mendekati $72. Sebuah laporan dari American Petroleum Institute menunjukkan persediaan turun 1,4 juta barel minggu lalu, yang akan menjadi penurunan keenam berturut-turut jika dikonfirmasi oleh data pemerintah pada Kamis malam.
Harga minyak telah tertahan dalam kisaran sempit sejak pertengahan Oktober, dengan Brent mencatat penurunan tahunan yang moderat dan WTI yang mengakhiri tahun 2024 dengan sedikit perubahan. Investor bersiap menghadapi kelebihan pasokan tahun ini, yang akan mempersulit OPEC+ untuk menghidupkan kembali produksi yang terhenti, dan ketidakpastian masa jabatan presiden kedua Donald Trump.
"Risiko untuk Brent meningkat pada kuartal pertama, dengan kemungkinan naik ke kisaran $75 hingga $80," kata Robert Rennie, kepala penelitian komoditas dan karbon untuk Westpac Banking Corp. "Paruh kedua tahun ini tampaknya akan diwarnai risiko kenaikan pasokan dan melemahnya permintaan."
Perang di Timur Tengah dan Ukraina masih berlanjut dan gejolak di kedua kawasan tersebut berpotensi memberikan dukungan jangka pendek untuk harga minyak. Sanksi lebih lanjut yang mengganggu pengiriman Iran dan Rusia juga dapat meningkatkan permintaan untuk pasokan alternatif dari Timur Tengah dan tempat lain.
Pemulihan ekonomi Tiongkok masih belum pasti, dengan data terbaru menunjukkan aktivitas pabrik memperlambat laju ekspansinya pada bulan Desember. Adopsi kendaraan energi baru yang cepat juga menggerogoti permintaan bensin.
Brent untuk pengiriman Maret naik 0,2% menjadi $74,78 per barel pada pukul 2:31 siang di Singapura.
WTI untuk pengiriman Februari naik 0,2% menjadi $71,87 per barel.(mrv)
Sumber : Bloomberg
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...