
Minyak stabil karena para pedagang mengamati petunjuk lebih lanjut mengenai rencana produksi OPEC+ setelah menunda pertemuan penting selama empat hari.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate bertahan di bawah $69 per barel, sementara minyak mentah Brent ditutup di atas $73. Kelompok produsen bersiap untuk membahas apakah akan melanjutkan dengan menghidupkan kembali pasokan pada pertemuan daring yang tertunda pada tanggal 5 Desember, atau memperpanjang pembatasan hingga tahun 2025 untuk menghindari pasar global menjadi kelebihan pasokan.
Minyak mentah telah diperdagangkan dalam kisaran yang ketat sejak pertengahan Oktober, beralih antara kenaikan dan penurunan mingguan berturut-turut. Harga telah terguncang oleh ketegangan geopolitik yang berfluktuasi di Timur Tengah, permintaan yang menurun di negara pengimpor utama Tiongkok, dan kekhawatiran apakah kebijakan Presiden terpilih Donald Trump yang akan datang dapat memengaruhi pasokan dari Rusia dan Iran. Kontrak berjangka tetap berada di jalur untuk kerugian mingguan lebih dari 3% karena gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran menghapus sebagian premi risiko perang. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengatakan kondisi telah membaik untuk mencapai kesepakatan untuk membebaskan para sandera yang masih ditahan oleh Hamas di Gaza.
Volume perdagangan lebih rendah karena hari libur Thanksgiving pada hari Kamis di AS, dengan lebih dari 2,25 juta kontrak WTI berpindah tangan selama seminggu sejauh ini di New York Mercantile Exchange. Itu sekitar setengah dari volume mingguan rata-rata selama setahun terakhir.(ayu)
Source: Bloomberg
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...