
Harga minyak naik tipis untuk hari ketiga, ditutup di bawah $69 per barel, karena para pedagang mempertimbangkan minat yang kuat terhadap bensin di AS dengan prospek jangka panjang yang suram.
Laporan pemerintah AS yang menunjukkan persediaan bensin turun ke level terendah musiman dalam 10 tahun mendukung harga, dengan bensin berjangka melampaui kenaikan minyak mentah. Namun, pasar tetap dibatasi oleh peringatan Badan Energi Internasional tentang membayangi kelebihan pasokan. Badan tersebut memperkirakan surplus 1 juta barel per hari tahun depan, yang dapat membengkak lebih jauh jika OPEC+ memutuskan untuk membatalkan pemangkasan produksinya.
Kecuali jika terjadi gangguan pada pasokan, prospek minyak sedang pesimis, menurut Fawad Razaqzada, seorang analis pasar di City Index dan FOREX.com. "Dengan latar belakang ini, minyak mentah tampaknya akan turun tajam setelah turun dalam beberapa minggu terakhir."
Minyak mentah telah berayun antara keuntungan dan kerugian mingguan sejak pertengahan Oktober, dengan para pedagang mempertimbangkan pergerakan pasokan OPEC+, kebijakan moneter AS, dan risiko terhadap pertumbuhan permintaan minyak, terutama di Tiongkok. Konsumsi minyak di negara pengimpor terbesar dunia akan tumbuh tahun ini hanya 10% dari tingkat yang terlihat pada tahun 2023, menurut laporan EIA.
Timur Tengah juga menjadi fokus. Israel sedang terburu-buru untuk mempersiapkan kesepakatan gencatan senjata di Lebanon karena pemerintah menyesuaikan diri dengan prospek kembalinya Trump ke Gedung Putih, menurut laporan Washington Post.
Minyak WTI untuk pengiriman Desember naik 0,4% untuk dituutp di $68,70 per barel. Minyak Brent untuk pengiriman Januari naik 0,4% untuk ditutup di $72,56 per barel. (Arl)
Sumber: Bloomberg
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...