Saturday, 24 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Bertahan di Dekat Level Terendah Bulan Ini Terkait Kekhawatiran Permintaan dan Dolar yang Menguat
Tuesday, 12 November 2024 17:49 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil

Minyak bertahan di dekat titik terendah bulan ini, menyusul penurunan tajam dalam dua hari sebelumnya, di tengah prospek permintaan yang lemah di Tiongkok, dolar AS yang lebih kuat, dan kekhawatiran pasar akan berubah menjadi kelebihan pasokan.

Minyak mentah Brent naik tipis mendekati $72 per barel, memangkas penurunan sebelumnya, setelah turun 5% selama dua sesi, sementara West Texas Intermediate diperdagangkan di bawah $69. Penurunan baru-baru ini bertepatan dengan pelemahan yang nyata di bagian terdekat dari kurva minyak berjangka, yang menunjukkan pasar yang melemah.

Langkah-langkah terbaru Tiongkok untuk memulai ekonominya tidak disertai stimulus langsung, dan inflasi tetap lemah. Indeks dolar menyentuh level tertinggi satu tahun saat investor menyesuaikan diri dengan kemenangan elektoral Donald Trump, yang membuat minyak mentah lebih mahal bagi sebagian besar pembeli.

Selama beberapa hari terakhir minyak mentah telah merosot lebih rendah dalam kisaran yang relatif kecil di mana minyak telah diperdagangkan sejak pertengahan bulan lalu. Para pedagang terus memantau ketegangan di Timur Tengah, prospek masa jabatan kedua Trump sebagai presiden, dan keputusan OPEC+ terkait produksi. Prospeknya tetap lemah, dengan pasokan global diperkirakan akan melampaui permintaan tahun depan. Laporan pasar bulanan OPEC, yang akan dirilis Selasa malam, akan memberikan gambaran lebih jelas tentang prospek keseimbangan.

"Sentimen di pasar minyak sebagian besar masih bearish: kekuatan dolar AS, kekhawatiran permintaan, dan ekspektasi akan melemahnya keseimbangan minyak terus menekan harga," kata Warren Patterson, kepala strategi komoditas di ING Groep NV. "Untuk mengubah prospek tahun depan, kita harus melihat OPEC+ menunda pengembalian barel hingga sebagian besar tahun 2025, atau AS memberlakukan sanksi terhadap Iran secara efektif."

Kelemahan dalam rentang waktu terdekat yang mengukur kesehatan pasar telah memicu beberapa kekhawatiran bahwa minyak sudah bergeser ke arah kelebihan pasokan. Kontrak WTI terdekat ditutup pada premi terkecilnya terhadap bulan berikutnya sejak Februari pada hari Senin, sementara pengukur pasokan di pusat penyimpanan utama Cushing, Oklahoma juga diperdagangkan dalam struktur bearish.

Brent untuk pengiriman Januari naik 0,6% menjadi $72,25 per barel pada pukul 10:07 pagi di London.

WTI untuk pengiriman Desember naik 0,6% menjadi $68,46 per barel.(mrv)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif...
Thursday, 22 January 2026 14:39 WIB

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...

Gangguan Pasokan dan Tarif AS Angkat Harga Minyak...
Wednesday, 21 January 2026 08:49 WIB

Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...

Venezuela Ditekan AS, Harga Minyak Dunia Berfluktuasi...
Thursday, 8 January 2026 16:37 WIB

Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...

AS Mau Pegang Keran Minyak Venezuela?...
Thursday, 8 January 2026 07:11 WIB

Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...

Harga Brent Anjlok di Tengah Komentar Trump tentang Kesepakatan Ekspor Minyak AS-Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 04:38 WIB

Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS