
Harga emas naik pada awal perdagangan Asia seiring meningkatnya kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah. Kenaikan ini terjadi ketika ketegangan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memuncak dalam beberapa hari terakhir, membuat investor kembali mencari aset aman seperti emas.
Situasi semakin panas setelah Arab Saudi memperingatkan rivalnya di kawasan Teluk agar tidak mengancam keamanannya. Kerajaan tersebut menegaskan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghadapi potensi ancaman. Pernyataan keras ini memicu kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi konflik di kawasan strategis tersebut.
Menurut Bas Kooijman, CEO dan manajer aset DHF Capital, kondisi di Timur Tengah masih sangat rapuh. Ia menyebut risiko eskalasi tetap tinggi, sehingga mendorong minat investor terhadap aset safe-haven. Ketidakpastian global seperti ini biasanya membuat emas semakin diminati.
Seiring meningkatnya permintaan, harga emas spot tercatat naik 0,5 persen menjadi 4.341,07 dolar AS per ons. Kenaikan ini menunjukkan bahwa emas kembali menjadi pilihan utama investor untuk melindungi nilai aset mereka di tengah ketegangan geopolitik yang belum mereda. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Harga Emas (XAU/USD) sedikit turun pada hari perdagangan terakhir tahun 2025, diperdagangkan di dekat $4.310 per troy ons selama perdagangan sesi Eropa pada hari Rabu. Logam mulia yang tidak memberika...
Harga emas hari ini mengalami penurunan karena banyak investor melakukan profit‘taking setelah reli panjang yang sempat membuat harga emas mencapai rekor tinggi. Ketika sejumlah besar investor menju...
Harga emas (XAU/USD) masih lanjut reli dan bertahan di atas $4.350 pada perdagangan awal Eropa hari Rabu. Sepanjang tahun ini, emas sudah naik sekitar 65% dan berpotensi mencatat kenaikan tahunan terb...
Harga emas dunia bergerak stabil setelah sempat melemah di akhir tahun. Meski begitu, emas masih berada di jalur kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979, sejalan dengan pergerakan perak. Harga emas spot...
Logam mulia pulih pada hari Selasa(30/12) setelah jatuh tajam pada sesi sebelumnya, karena pasar kembali fokus pada risiko geopolitik dan ekonomi, menghidupkan kembali reli emas untuk menutup tahun te...
Harga minyak bergerak stabil di hari perdagangan pertama 2026 setelah mencatat penurunan tahunan terdalam sejak 2020. WTI bertahan di atas $57/barel (sekitar $57,45 di pagi hari Singapura), sementara Brent ditutup di sekitar $60,85/barel. Pasar...
Emas (XAU/USD) naik hingga sekitar $4.345 selama sesi Asia pada 2 Januari, mendekati $4.350, didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga Fed dan aliran dana ke aset aman. Sepanjang tahun 2025, harga emas telah melonjak sekitar 65%, terkuat sejak...
Harga perak bergerak menguat pada hari ini, 2 Januari 2026, seiring meningkatnya minat investor di awal tahun. Sentimen pasar didorong oleh ketidakpastian global yang masih tinggi, membuat perak kembali dilirik sebagai aset lindung nilai, meski...
Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang...
Saham-saham Eropa menguat pada hari Selasa (30/12), memperpanjang kenaikan hingga mencapai rekor tertinggi baru.
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup...
Saham AS mempertahankan momentum yang datar pada hari Selasa, siap menutup tahun relatif dekat dengan rekor tertinggi terbaru, karena pasar menilai...
Ketegangan geopolitik di Amerika Latin kembali meningkat, terutama terkait Venezuela dan tekanan kebijakan Amerika Serikat. Situasi ini mendorong...