
Harga emas naik ke level tertinggi dalam lebih dari empat bulan pada hari Selasa(2/9) dan mendekati rekor tertinggi, karena permintaan aset aman (safe haven) meningkat di tengah ketidakpastian yang semakin tinggi terkait tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump.
Spekulasi yang terus-menerus bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada bulan September turut menopang harga emas, begitu pula dengan pelemahan dolar AS yang terus berlanjut dan mencapai level terendah dalam satu bulan.
Harga spot emas naik 0,2% ke $3.483,02 per ons, sementara emas berjangka untuk pengiriman Desember naik 0,2% menjadi $3.554,32 per ons pada pukul 20:41 ET (00:41 GMT). Harga spot hanya sekitar $20 di bawah rekor tertinggi akhir April di $3.500 per ons
Ketidakpastian Tarif AS dan Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga Mendorong Harga Emas
Kenaikan terbaru harga emas didorong oleh meningkatnya ketidakpastian terkait tarif perdagangan Trump, setelah pengadilan banding memutuskan pekan lalu bahwa tarif tersebut ilegal.
Meskipun pengadilan mengizinkan tarif tetap berlaku hingga pertengahan Oktober, Trump mengkritik putusan tersebut dan menyatakan akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung.
Perkembangan ini memicu ketidakpastian yang lebih besar terhadap dampak ekonomi dari kebijakan tarif Trump, sebagian besar di antaranya mulai berlaku pada bulan Agustus. Jika putusan akhirnya menolak tarif tersebut, Washington akan dipaksa untuk menegosiasikan ulang berbagai kesepakatan perdagangan dengan mitra-mitra utama
Selain itu, ekspektasi kuat terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada September juga mendukung harga emas, meskipun data pekan lalu menunjukkan inflasi masih tetap tinggi.
Pasar memperkirakan hampir 85% kemungkinan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan September, menurut data dari CME FedWatch.
Padahal, data indeks harga PCE untuk bulan Juli menunjukkan inflasi masih bertahan dan bahkan terus berada di atas target tahunan 2% dari The Fed
Ketua The Fed Jerome Powell sebelumnya mengisyaratkan pada bulan Agustus bahwa bank sentral sedang mempertimbangkan pemangkasan 25 bps di bulan September, namun belum memberikan komitmen pasti karena kekhawatiran atas inflasi yang membandel. (azf)
Sumber: Investing.com
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...
Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...
Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...
Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...