
Emas (XAU/USD) muncul sebagai penerima manfaat utama dari pelemahan Dolar AS (USD), tema yang diperkirakan akan mendorong harga pada hari Kamis (12/6).
Dengan harga saat ini berkisar di sekitar angka $3.380, risiko geopolitik dan latar belakang fundamental AS terus mendukung permintaan safe haven Emas.
Rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) AS pada hari Kamis menunjukkan bahwa inflasi melambat pada tingkat grosir. PPI utama menunjukkan peningkatan tahunan sebesar 2,6% pada bulan Mei, sejalan dengan perkiraan analis, menyusul peningkatan 2,5% pada bulan April. PPI inti, yang tidak termasuk barang-barang yang mudah berubah, turun menjadi 3% pada bulan Mei, turun dari 3,2% pada bulan April.
Menyusul kejutan penurunan angka CPI pada hari Rabu, konfirmasi lebih lanjut bahwa tekanan harga mereda dapat memberikan dorongan tambahan bagi Emas karena ekspektasi untuk penurunan suku bunga pada bulan September meningkat.
Ancaman konflik yang meningkat di Timur Tengah setelah laporan bahwa Israel sedang mempertimbangkan serangan militer terhadap Iran dan ancaman tarif terbaru Trump mendukung logam mulia, yang diuntungkan oleh arus masuk aset safe haven.
Selain itu, NBC News melaporkan, mengutip lima orang yang mengetahui masalah tersebut, bahwa Israel sedang mempertimbangkan untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran dalam beberapa hari mendatang. Pada saat yang sama, Trump mengonfirmasi pada hari Rabu bahwa personel AS sedang dipindahkan dari beberapa bagian Timur Tengah karena meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran. Hal ini terjadi menjelang putaran keenam perundingan nuklir antara AS dan Iran, yang dijadwalkan akhir pekan ini.
Berita utama terkini seputar perdagangan juga menambah suasana pasar yang suram. Trump telah menyatakan bahwa AS akan menetapkan ketentuannya sendiri untuk tarif sepihak, membayangi narasi optimis seputar "gencatan senjata perdagangan" AS-Tiongkok yang diumumkan pada hari Rabu.
Trump menyatakan bahwa "Kami akan mengirimkan surat selama beberapa minggu ke depan untuk memberi tahu mereka tentang kesepakatan tersebut". Komentar ini dilaporkan oleh Bloomberg pada hari Kamis.(alg)
Sumber: FXstreet
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...
Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...
Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...
Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...