Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga emas bersinar karena Dolar AS melemah meskipun ada optimisme pembicaraan AS-Tiongkok
Tuesday, 10 June 2025 01:28 WIB | GOLD |GOLD

Harga emas membukukan kenaikan yang solid pada hari Senin karena Dolar AS melemah selama sesi Amerika Utara meskipun ada berita positif mengenai pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok. Penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS menopang logam emas, yang diperdagangkan pada $3.329 per troy ons pada saat penulisan.

Peningkatan selera risiko bukanlah alasan bagi pembeli Bullion untuk memperpanjang tren naik XAU/USD meskipun permintaan aset safe haven berkurang. Sebuah artikel Wall Street Journal menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump memberikan beberapa fleksibilitas pada kontrol ekspor kepada Menteri Keuangan AS Scott Bessent saat pembicaraan antara AS dan Tiongkok berlangsung pada hari Senin.

Meredanya ketegangan antara Washington dan Beijing dapat merusak daya tarik Emas. Namun, jika imbal hasil obligasi Treasury AS terus turun, ini akan membatasi penurunan Bullion. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak kinerja Dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang, turun 0,25% menjadi 98,95, membuat aset berdenominasi Dolar AS lebih mahal bagi pembeli asing.

Ketegangan geopolitik tetap tinggi karena Rusia mengklaim kendali atas wilayah di wilayah timur-tengah Ukraina. Eskalasi konflik dapat mendorong harga Emas lebih tinggi, membuka jalan untuk menguji $3.350 dalam jangka pendek.

Menjelang minggu ini, para pedagang mengamati rilis laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS terbaru, diikuti oleh Indeks Harga Produsen (PPI), data pekerjaan, dan survei Sentimen Konsumen Universitas Michigan (UoM).(Cay)

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu...
Thursday, 12 February 2026 19:24 WIB

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...

Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat...
Wednesday, 11 February 2026 20:25 WIB

Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...

Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali...
Tuesday, 10 February 2026 21:14 WIB

Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...

Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !...
Monday, 9 February 2026 14:52 WIB

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...

Rebound Emas Tertahan : Pasar Masih Tarik Ulur...
Friday, 6 February 2026 23:09 WIB

Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS